BOGOR | BAPERS.ID – Suasana penuh khidmat dan rasa syukur menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Sirojul Falah Bogor yang digelar di Gedung Putih Tio Ma, Kota Bogor, Rabu (5/8/2026).
Momen sakral ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus awal pengabdian mereka sebagai insan intelektual yang siap berkarya di tengah masyarakat.
Prosesi wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengukuhan atas amanah moral, intelektual, dan spiritual yang akan diemban setiap lulusan.
Baca Juga:
Upacara HUT RI ke-81 di Cisarua Mengusung Tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”
Tiket Pesawat Domestik Makin Mahal Diduga Distribusi Avtur Di Indonesia Masih Dimonopoli.
Dengan mengusung semangat keilmuan, integritas, dan pengabdian, STAI Sirojul Falah Bogor kembali melepas generasi terbaiknya untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan, dakwah, serta pembangunan bangsa.
Dalam orasi perwakilan wisudawan, Ryan Sepditio Wahyudi (NIM 22010160) menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Rektor STAI Sirojul Falah Bogor, Kaimudin, M.Si., beserta seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan yang selama bertahun-tahun membimbing mahasiswa dengan penuh dedikasi.

“Empat tahun perjalanan akademik bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keislaman, integritas, etika, serta semangat pengabdian yang akan menjadi bekal kami dalam mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Ryan.
Baca Juga:
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
KADES CUP 2026 Sukses Digelar, 14 Tim RT Se-Desa Leuwimalang Ramaikan HUT RI ke-81
28 Asosiasi Dunia Usaha Hantarkan Sulhajji Jompa Ambil Formulir Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor
Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada kedua orang tua dan keluarga yang senantiasa memberikan doa, kasih sayang, pengorbanan, serta dukungan tanpa henti. Menurutnya, keberhasilan yang diraih para wisudawan merupakan buah dari perjuangan bersama.
“Setiap pencapaian hari ini tidak mungkin terwujud tanpa doa dan pengorbanan orang tua. Mereka adalah kekuatan terbesar yang selalu mengiringi langkah kami dalam suka maupun duka,” tuturnya.
Melalui momentum wisuda tersebut, seluruh lulusan diajak untuk memaknai gelar akademik sebagai amanah yang harus diwujudkan melalui karya nyata, keteladanan, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, lulusan Pendidikan Agama Islam dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjaga integritas, adaptif terhadap perubahan, memiliki kepedulian sosial, dan terus belajar sepanjang hayat.
Baca Juga:
Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026” _Jaga Warisan Leluhur, Eratkan Silaturahmi Lewat Budaya
Warga Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Volume Jalan Rabat Beton di Karang Anyar Banyuasin
Warga Karang Agung PALI Soroti Dugaan Peredaran Narkotika dan Ancaman Senjata Tajam
Sebagai insan akademik yang mengemban nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, para wisudawan diharapkan mampu menjadi pendidik, pemimpin, maupun tokoh masyarakat yang menghadirkan solusi, menebarkan manfaat, serta menjadi teladan di berbagai bidang pengabdian.
Wisuda ini sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan menjaga nama baik almamater melalui dedikasi, profesionalisme, serta akhlakul karimah.
Di penghujung acara, ucapan selamat disampaikan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Sarjana maupun Magister Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Sirojul Falah Bogor. Harapannya, seluruh lulusan senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan, dan kekuatan oleh Allah SWT dalam setiap langkah pengabdian.
STAI Sirojul Falah Bogor pun diharapkan terus menjadi lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan generasi intelektual muslim yang unggul, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, peradaban, dan kehidupan bermasyarakat.
“Hari ini kita dikukuhkan sebagai sarjana dan magister. Esok hari, masyarakat akan menilai sejauh mana ilmu yang kita miliki mampu menjadi cahaya, menghadirkan manfaat, serta membawa perubahan bagi umat dan bangsa.”
Red









