Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

- Pewarta

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta | BAPER.ID – Penerapan biodiesel B50 yang dicanangkan pada 2026 dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar. B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas 50 persen biodiesel berbahan nabati dan 50 persen solar. Berdasarkan proyeksi Kementerian ESDM (2026), kebijakan ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun serta menurunkan emisi karbon sebesar 46,72 juta ton per tahun.

 

Meski memiliki potensi besar, implementasi B50 juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menjaga ketersediaan bahan baku dan keseimbangan antara kebutuhan energi serta pangan. Pakar energi sekaligus Guru Besar Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina, Prof. Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono Reksowardojo, M.Eng., menilai keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada peningkatan penggunaan biodiesel, tetapi juga pada pengembangan sistem bioenergi yang berkelanjutan.

 

“Penerapan B50 menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Namun, keberhasilannya bergantung pada dukungan teknologi, keberlanjutan pasokan bahan baku, serta kebijakan yang konsisten,” ujar Prof. Iman.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah tingginya ketergantungan biodiesel terhadap minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO), yang juga dibutuhkan untuk kebutuhan pangan dan industri. Data Kementerian Pertanian (2026) mencatat konsumsi CPO untuk biodiesel mencapai 12,7 juta ton pada 2025, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan minyak pangan sebesar 9,83 juta ton. Karena itu, Prof. Iman menekankan pentingnya memperluas sumber bahan baku bioenergi agar ketahanan energi dapat berjalan seiring dengan ketahanan pangan.

 

“Indonesia perlu memperkuat riset dan inovasi untuk mendorong diversifikasi sumber bahan bakar nabati, seperti bioetanol, bioavtur, green diesel, maupun bahan baku alternatif lainnya. Berada di kawasan khatulistiwa, Indonesia memiliki lebih dari 50 jenis tanaman yang berpotensi menjadi bahan baku misalkan pohon jarak pagar, nyamplung, kelapa, singkong dan tebu. Diversifikasi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan industri,” jelasnya.

Selain pengembangan teknologi, Prof. Iman menilai tata kelola kebijakan turut menentukan keberhasilan implementasi biodiesel. Salah satu instrumen yang dapat mendukung ketersediaan bahan baku di dalam negeri adalah mekanisme Domestic Market Obligation (DMO), yang mewajibkan produsen memenuhi kebutuhan pasar domestik sebelum melakukan ekspor. Menurutnya, penyempurnaan mekanisme tersebut perlu menjaga keseimbangan antara kepastian pasokan dalam negeri, insentif bagi produsen, dan daya saing industri sawit di pasar global.

 

Pengembangan biodiesel tersebut juga didukung melalui kolaborasi lintas sektor. Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Universitas Pertamina saat ini tengah melakukan penelitian mengenai dampak penggunaan biodiesel pada kendaraan heavy duty, seperti truk dan kendaraan angkutan berat lainnya.

 

Lebih lanjut, Prof. Iman menegaskan bahwa transisi energi tidak cukup hanya meningkatkan pemanfaatan biodiesel, namun juga harus diiringi dengan pembangunan ekosistem bioenergi yang berkelanjutan. Menurutnya, hal tersebut memerlukan diversifikasi sumber energi, kebijakan yang adaptif, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

 

Menanggapi tantangan tersebut, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan kajian ilmiah, menghasilkan inovasi teknologi, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung transformasi sektor energi nasional.

 

“Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada sektor energi, Universitas Pertamina berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi yang mendukung pengembangan energi berkelanjutan. Melalui ekosistem riset terintegrasi Center of Excellence (CoE), kami mendorong kolaborasi multidisiplin untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan,” tutup Prof. Djoko.

Berita Terkait

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis
Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik
RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Bersinergi dengan Kapolda Jabar yang Baru, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah
Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 , Sekalian Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet
PUBLIKASI KINERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2026  
PWRI BOGOR RAYA MELAKUKAN KEGIATAN AUDENSI KE RSUD LEUWILIANG SINERGI DEMI PELAYANAN WARGA
FULL HOUSE SUGBK : Doa Masyarakat Indonesia menyertai Timnas Garuda Untuk Meraih Kemenangan Sempurna Lawan Thailand
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:53 WIB

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Bersinergi dengan Kapolda Jabar yang Baru, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 , Sekalian Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet

Berita Terbaru

Jawa Barat

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:53 WIB