Warga Buaran Duga Aktivitas Tambang Berkontribusi terhadap Banjir, Minta Pemerintah Lakukan Penelusuran

- Pewarta

Senin, 12 Januari 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara | BAPERS.ID – Warga Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menyampaikan dugaan bahwa meningkatnya aktivitas tambang batu di sekitar wilayah mereka berkontribusi terhadap terjadinya banjir yang belakangan sering terjadi. Dugaan tersebut didasarkan pada perubahan kondisi lingkungan serta intensitas lalu lintas kendaraan berat pengangkut material tambang.

Sejumlah warga menilai, aktivitas pembukaan lahan dan penggalian batu berpotensi memengaruhi daya resap tanah dan aliran air. Hal ini diperkuat dengan pantauan visual, termasuk citra satelit dan aktivitas harian truk dump yang melintas di sekitar permukiman.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masyarakat mulai merasakan dampak lingkungan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Dulu wilayah ini jarang banjir. Sekarang hujan dengan intensitas tertentu saja sudah menimbulkan genangan. Kami menduga ada kaitannya dengan perubahan kondisi alam di sekitar,” ujarnya, pada Minggu (11/1/2026)

Menurut warga, banjir tidak selalu dapat dipandang semata sebagai faktor alam, tetapi juga perlu dilihat dari aspek aktivitas manusia di wilayah hulu maupun sekitar desa. Oleh karena itu, masyarakat meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh untuk memastikan penyebab banjir secara objektif dan ilmiah.

Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bersama instansi terkait, termasuk dinas lingkungan hidup dan aparat penegak hukum, dapat melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut, khususnya dari sisi perizinan dan dampak lingkungan.

“Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi meminta pemerintah hadir untuk menelusuri dan memastikan apakah aktivitas tambang sudah sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun pemerintah daerah terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Masyarakat Desa Buaran berharap adanya langkah konkret berupa penelusuran lapangan, penegakan aturan, serta upaya pemulihan lingkungan agar risiko bencana hidrologi dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.***

(Yd/Red)

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru