
LEBAK — Upaya pemberdayaan masyarakat tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat tersebut diwujudkan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPNVJ dalam pelaksanaan Sustainable Village Baduy Luar 2026 pada 18–27 Juli 2026 di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Melibatkan tujuh fakultas, program ini berfokus pada empat bidang, yakni Pengembangan Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan yang disusun dengan melihat kebutuhan serta potensi masyarakat Baduy Luar.
“Setiap bidang membawa pendekatan yang berbeda sesuai keilmuan masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana seluruh pendekatan tersebut bisa saling melengkapi dan tetap sesuai dengan kondisi masyarakat yang kami temui di lapangan,” ujar Glen Christhover Aprilano, Project Officer Sustainable Village Baduy Luar 2026.
Memperluas Ruang Belajar
Pada bidang pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Fakultas Hukum menghadirkan pendidikan nonformal bagi anak usia 5–12 tahun melalui Smart Box selama tiga hari. Materi ekosistem hutan, pemilahan sampah, dan PHBS dikemas bersama kegiatan ecoprint, pembuatan tempat pensil dari sampah plastik, serta aktivitas kreatif lainnya. Kegiatan tersebut mencatat 111 akumulasi partisipasi anak, melampaui target 45 peserta.
Pengembangan pendidikan juga menyasar 10 pelaku UMKM melalui sosialisasi public speaking dan komunikasi digital untuk mendukung kemampuan komunikasi serta promosi usaha.
Mengenali Kondisi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran bersama Fakultas Ilmu Kesehatan melaksanakan skrining kesehatan bagi 44 warga, meliputi pemeriksaan tekanan darah, asam urat, kolesterol, dan gula darah sewaktu. Hasil pemeriksaan kemudian disampaikan kepada Puskesmas Cisimeut sebagai informasi pendukung tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Selain itu, 16 warga mendapatkan edukasi pertolongan pertama pada kasus gigitan ular yang disesuaikan dengan aktivitas masyarakat yang masih bertani dan berkebun. Program kesehatan turut dilengkapi dengan sosialisasi tanaman herbal dan pengenalan wedang uwuh.
Membawa UMKM ke Ruang Digital
Pada bidang ekonomi, Fakultas Ilmu Komputer bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendampingi 26 pelaku UMKM melalui pemanfaatan QRIS, e-commerce, dan katalog digital. Pendampingan tersebut menghasilkan fasilitasi 13 QRIS, 14 akun e-commerce, dan 3 katalog digital untuk mendukung transaksi dan promosi produk lokal.
Mendorong Pengelolaan Lingkungan
Fakultas Teknik menghadirkan dua unit insinerator minim asap sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah di Baduy Luar. Upaya tersebut dilengkapi aksi bersih lingkungan yang mengumpulkan sekitar tujuh karung sampah serta edukasi pemilahan sampah secara door-to-door kepada 17 masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan keilmuan sekaligus belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung.
“Kami menyadari bahwa program ini tidak dapat menjawab seluruh kebutuhan masyarakat dalam waktu singkat. Karena itu, kami berusaha menjaga komunikasi yang sudah terbangun. Sampai setelah kegiatan selesai pun, masyarakat masih dapat menghubungi kami ketika membutuhkan informasi atau pendampingan terkait hal yang sebelumnya kami bagikan,” tutur Irna Firmansyah, Vice Project Officer Sustainable Village Baduy Luar 2026.
Meski kegiatan lapangan telah berakhir, komunikasi dengan masyarakat tetap terjaga melalui WhatsApp. Sustainable Village Baduy Luar 2026 menjadi langkah kolaboratif yang mempertemukan ilmu, kebutuhan, dan potensi masyarakat dalam satu ruang pengabdian.








