Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

- Pewarta

Kamis, 10 September 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

MARTAPURA, BAPERS.ID — Sorotan publik terhadap belum tersalurkannya Dana Kelurahan untuk tujuh kelurahan di Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, semakin menguat.

Total anggaran yang disebut mencapai Rp1,4 miliar, dengan alokasi sekitar Rp200 juta untuk masing-masing kelurahan, dikabarkan telah dicairkan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKU Timur pada April 2026.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga September 2026 dana tersebut belum dapat dimanfaatkan oleh pihak kelurahan untuk menjalankan program yang telah direncanakan bagi masyarakat.

Kondisi tersebut sebelumnya juga sempat menjadi sorotan dan viral di media sosial. Meski demikian, hingga kini masih muncul pertanyaan mengenai mekanisme, dasar penundaan, serta kepastian waktu penyaluran dana tersebut.

Anggaran Disebut Sudah Cair, Mengapa Belum Dimanfaatkan Kelurahan?

Jika benar dana tahap pertama telah dicairkan sejak April 2026, maka terdapat rentang waktu beberapa bulan hingga September 2026 yang perlu dijelaskan secara terbuka.

Para lurah dan masyarakat tentu membutuhkan kepastian mengenai kapan anggaran tersebut dapat digunakan untuk mendukung pelayanan maupun kegiatan pembangunan di wilayah masing-masing.

Pertanyaan publik pun mengarah pada tiga hal utama: di mana posisi anggaran saat ini, siapa yang memiliki kewenangan dalam proses penyaluran, dan apa dasar administratif yang menyebabkan dana belum dapat dimanfaatkan oleh kelurahan?

Pernyataan “Sesuai Prosedur” Justru Memunculkan Pertanyaan Baru

Menindaklanjuti informasi yang berkembang, awak media melakukan konfirmasi kepada instansi terkait.

Melalui komunikasi telepon, Pelaksana Tugas Humas Dinas Kominfo OKU Timur menyampaikan bahwa tindakan Camat Martapura terkait belum disalurkannya dana kelurahan sebesar Rp200 juta per kelurahan disebut telah sesuai aturan dan prosedur, serta berdasarkan perintah pimpinan pada BPKAD OKU Timur.

Di sisi lain, berdasarkan konfirmasi kepada BPKAD OKU Timur, anggaran tersebut disebut telah dicairkan pada tahap pertama pada April 2026 kepada pihak penyedia di lingkungan Kecamatan Martapura.

Dua informasi tersebut membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Jika proses tersebut memang telah sesuai ketentuan, publik tentu berhak mengetahui dasar hukum, dokumen administrasi, mekanisme pencairan, serta tahapan yang masih harus diselesaikan sebelum dana dapat digunakan oleh masing-masing kelurahan.

Enam Pertanyaan Publik yang Perlu Dijawab

Pertama, apa dasar hukumnya?

Peraturan atau ketentuan apa yang menjadi dasar belum disalurkannya Dana Kelurahan selama beberapa bulan meskipun anggaran disebut telah dicairkan?

Kedua, bagaimana transparansinya?

Apakah terdapat dokumen resmi yang menjelaskan status dana, mekanisme penyaluran, serta alasan belum dapat dimanfaatkannya anggaran tersebut?

Ketiga, siapa yang memiliki kewenangan?

Bagaimana pembagian kewenangan antara BPKAD, kecamatan, kelurahan, dan pihak terkait lainnya dalam proses penyaluran dan penggunaan Dana Kelurahan?

Keempat, kapan dana dapat dimanfaatkan?

Apakah sudah terdapat jadwal pasti mengenai penyaluran atau pemanfaatan anggaran tersebut oleh masing-masing kelurahan?

Kelima, apakah ada instruksi tertulis?

Jika memang terdapat perintah atau instruksi untuk menunda proses penyaluran, apakah terdapat surat resmi yang dapat menjadi dasar administratif?

Keenam, apa solusi konkretnya?

Setelah persoalan ini menjadi perhatian publik, langkah apa yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan program kelurahan tidak semakin tertunda?

Uang Rakyat Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Dana Kelurahan pada prinsipnya berkaitan langsung dengan pelayanan dan pembangunan masyarakat di tingkat kelurahan. Karena itu, aspek transparansi, akuntabilitas, kepastian prosedur, dan ketepatan waktu menjadi hal penting yang perlu dijaga.

Keterlambatan pemanfaatan anggaran selama berbulan-bulan tentu berpotensi menghambat pelaksanaan program yang telah direncanakan. Namun, apakah keterlambatan tersebut disebabkan persoalan administratif, mekanisme pengadaan, kewenangan, atau alasan lainnya, masih perlu dijelaskan secara resmi oleh pemerintah daerah.

Karena itu, pernyataan bahwa proses telah “sesuai prosedur” sebaiknya disertai dengan penjelasan tertulis dan dokumen pendukung, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi secara lisan.

Masyarakat Menunggu Kepastian

Pemerintah Kabupaten OKU Timur diharapkan segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status Dana Kelurahan untuk tujuh kelurahan di Kecamatan Martapura tersebut.

Beberapa hal yang dinilai penting untuk dijelaskan antara lain:

dasar hukum dan regulasi yang menjadi landasan proses tersebut;

status dan posisi anggaran sebesar Rp1,4 miliar;

mekanisme serta kewenangan dalam penyaluran;

alasan dana belum dapat dimanfaatkan oleh kelurahan;

dokumen atau instruksi resmi apabila memang terdapat penundaan;

serta jadwal pasti penyelesaian dan pemanfaatan anggaran.

Masyarakat juga berharap persoalan tersebut tidak berujung pada terhambatnya program pelayanan dan pembangunan di tingkat kelurahan.

Jika memang terdapat prosedur yang belum selesai, pemerintah diharapkan menjelaskan secara terbuka apa yang masih harus dipenuhi, siapa yang bertanggung jawab menyelesaikannya, dan kapan proses tersebut ditargetkan selesai.

Dengan demikian, publik dapat memperoleh kepastian sekaligus memastikan bahwa pengelolaan anggaran daerah tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan kepentingan masyarakat.

“Aturan dibuat untuk memastikan pelayanan berjalan tertib dan akuntabel. Jika terdapat alasan prosedural yang menyebabkan anggaran belum dapat dimanfaatkan, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka, lengkap, dan disertai kepastian penyelesaiannya.”

Reporter: DONY, S.H.

Staf Redaksi BAPERS.ID

Berita Terkait

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis
Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik
RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Bersinergi dengan Kapolda Jabar yang Baru, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah
Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 , Sekalian Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet
PUBLIKASI KINERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2026  
PWRI BOGOR RAYA MELAKUKAN KEGIATAN AUDENSI KE RSUD LEUWILIANG SINERGI DEMI PELAYANAN WARGA
FULL HOUSE SUGBK : Doa Masyarakat Indonesia menyertai Timnas Garuda Untuk Meraih Kemenangan Sempurna Lawan Thailand
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:53 WIB

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Bersinergi dengan Kapolda Jabar yang Baru, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 , Sekalian Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet

Berita Terbaru

Jawa Barat

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:53 WIB