Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

- Pewarta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | BAPERS.ID

Industri tekstil dan pakaian jadi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada periode 2024–2025, diikuti

oleh peningkatan investasi industri tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki sebesar 31,1 persen

menjadi Rp39,21 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini turut meningkatkan kebutuhan akan proses

quality control yang efisien untuk menjaga kualitas dan kesesuaian produk. United Nations

Industrial Development Organization (UNIDO) mencatat bahwa penggunaan instrumen

pengujian yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

Upaya meningkatkan efisiensi proses tersebut turut dilakukan oleh Muhammad Fajar Ikhlas dan

Daven Trihasanaki Dersa, mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina

(UPER), melalui pengembangan alat bantu pengukuran seragam. Alat ini mempercepat proses

quality control dengan membantu mengidentifikasi kesesuaian ukuran dan deviasi dari standar

hanya dengan membentangkan seragam pada alat ukur.

 

“Ide ini muncul ketika kami terlibat dalam program PF SESAMA. Jumlah seragam yang harus

diperiksa cukup banyak dengan ukuran dan spesifikasi yang beragam, sehingga proses

pengukuran harus dilakukan berulang. Dari situ, kami mencoba membuat alat sederhana yang

dapat membantu pengecekan menjadi lebih cepat dan tetap sesuai standar,” ujar Fajar.

 

Dalam program tersebut, Teknik Logistik UPER menangani proses quality control, pengemasan,

hingga pengiriman 6.888 paket bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa jenjang

SD dan SMP atau sederajat ke berbagai daerah di Indonesia. Distribusi turut menjangkau

berbagai daerah termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang membutuhkan

ketepatan pengelolaan logistik karena jarak dan aksesibilitasnya.

 

Alat yang dikembangkan Fajar dan Daven kemudian digunakan dalam proses quality control dan

turut diberikan kepada vendor untuk membantu mengidentifikasi ketidaksesuaian ukuran

sebelum barang dikirim ke UPER. Penggunaan alat yang sama juga membantu tim dan vendor

memiliki acuan pengukuran yang lebih konsisten, sehingga proses pengecekan dapat dilakukan

dengan standar yang sama pada setiap tahapan.

 

“Kami mencoba membuat tools yang tidak hanya mempercepat pengukuran, tetapi juga

memberikan acuan yang sama bagi setiap orang yang melakukan pengecekan. Dengan begitu,

penentuan kesesuaian ukuran tidak hanya bergantung pada cara masing-masing pemeriksa,”kata Daven.

 

Dosen Teknik Logistik UPER sekaligus pembimbing pengembangan alat tersebut, Adji Candra

Kurniawan, Iwan Sukarno, dan Yelita Anggiane Iskandar, bersama laboran Nanda Ruswandi,

mengatakan bahwa penggunaannya membantu menyederhanakan proses pemeriksaan ribuan seragam dengan spesifikasi yang beragam.

“Alat ini membantu mempercepat proses pengukuran. Seragam cukup dibentangkan untuk

mengetahui kesesuaian ukuran dan melihat sejauh mana deviasinya dari standar. Kami juga

memberikannya kepada vendor agar potensi kesalahan dapat diminimalkan sejak awal,” ujar

Yelita. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan pengalaman

menyelesaikan persoalan nyata menjadi bagian penting dari pembelajaran di Teknik Logistik

UPER untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

 

“Logistik saat ini tidak hanya berbicara tentang bagaimana barang berpindah dari satu titik ke

titik lain, tetapi bagaimana rantai pasok dikelola secara efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Karena itu, mahasiswa Teknik Logistik UPER kami bekali dengan pembelajaran yang dekat

dengan persoalan nyata, mulai dari rantai pasok global, logistik energi berkelanjutan, hingga

logistik maritim. Pengalaman seperti ini penting agar mereka mampu menggunakan

keilmuannya untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi industri dan masyarakat,” ujar Prof.ichsan.

Irawan

Berita Terkait

Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan
PWRI Bogor Raya Mantapkan Langkah: Rohmat Selamat Tegaskan Era Baru Organisasi yang Solid dan Profesional
Proyek Drainase Jalan Ali Gatmir Disorot: Kualitas dan Transparansi Dipertanyakan, Wartawan Klaim Dapat Intimidasi
Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
KKNT IPB Sulap Limbah Cangkang Kerang Hijau di Bantaran Sungai Jadi Pupuk Organik Cair
Anggota DPRD Deliserdang Dahnil Ginting Memberikan Apresiasi Pelayanan RSUD Amri Tambunan Sangat Baik
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Proyek Drainase Jalan Ali Gatmir Disorot: Kualitas dan Transparansi Dipertanyakan, Wartawan Klaim Dapat Intimidasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

Berita Terbaru