Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

- Pewarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta | BAPERS.ID – Membangun kemampuan siswa dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) masih menjadi tantangan pendidikan di Indonesia. Hasil PISA 2022 menunjukkan kemampuan sains dan matematika siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD. Kemampuan tersebut tidak hanya penting untuk penguasaan sains dan teknologi, tetapi juga untuk melatih siswa membaca data, berpikir kritis, dan memahami persoalan kompleks, termasuk transisi energi yang berkaitan dengan aspek teknologi, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Untuk mendekatkan isu tersebut dengan kehidupan siswa, Universitas Pertamina (UPER) mengajak siswa SMAN 1 Depok memahami transisi energi melalui project-based learning (PBL). Program yang dilaksanakan pada 22 Mei dan 19 Juni 2026 melalui hibah internal PkM UPERAISAL 2026 ini merupakan kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional dan Teknik Logistik UPER untuk mendorong siswa menghubungkan pengetahuan tentang energi dengan persoalan nyata serta mengembangkan gagasan secara kolaboratif.

 

“Kami memilih PBL agar siswa tidak berhenti pada memahami konsep energi, tetapi mampu melihat keterkaitannya dengan persoalan di sekitar mereka dan membangun gagasan sendiri. Pengalaman belajar seperti ini penting agar pengetahuan yang diperoleh menjadi lebih kontekstual,” ujar Ketua Tim PkM sekaligus Dosen Hubungan Internasional UPER, Silvia Dian Anggraeni.

 

Efektivitas pendekatan tersebut turut didukung berbagai penelitian. Meta-analisis Zhang dan Ma (2023) terhadap 66 studi menunjukkan PBL berdampak positif terhadap capaian akademik, keterampilan berpikir, dan sikap belajar siswa. Dalam kegiatan ini, pendekatan tersebut diterapkan melalui diskusi dan studi kasus mengenai transisi energi yang kemudian dikembangkan siswa menjadi proyek infografis.

 

Pada tahap kedua yang dilaksanakan 19 Juni 2026, sebanyak 16 kelompok mempresentasikan proyek mengenai isu energi yang telah mereka kembangkan. Presentasi dilakukan di hadapan tim dosen UPER yang terlibat dalam program PkM, yakni Silvia Dian Anggraeni, Yelita Anggiane Iskandar, Ardila Putri, Novita P. Rudiany, dan M. Fauzi Abdul Rachman. Enam kelompok memperoleh apresiasi berdasarkan kreativitas, kualitas substansi, kemampuan komunikasi, dan inovasi.

 

“Proses pembelajaran menjadi bagian penting dalam PBL karena siswa terlibat langsung dalam membangun pemahamannya. Mereka belajar berdiskusi, memilah informasi yang relevan, serta menyampaikan dan mempertahankan gagasan berdasarkan data. Pengalaman ini membantu siswa memahami persoalan energi secara lebih kritis dari berbagai perspektif,” kata Silvia.

 

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Rata-rata skor peserta naik 6,15 persen, dari 84,2 pada pre-test menjadi 89,38 pada post-test. Capaian ini memperkuat relevansi PBL sebagai pendekatan pembelajaran yang tidak hanya melibatkan siswa secara aktif, tetapi juga membantu mereka memahami isu transisi energi secara lebih komprehensif.

 

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menilai penguatan literasi energi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan generasi muda dalam berpikir kritis, beradaptasi, dan memecahkan persoalan.

 

“Transisi energi membutuhkan generasi yang tidak hanya memahami energi bersih, tetapi juga mampu berpikir kritis, solutif, dan adaptif terhadap perubahan. Karena itu, penguatan pemahaman energi kami integrasikan dalam berbagai proses pendidikan, salah satunya melalui peminatan Geopolitik dan Keamanan Energi pada Program Studi Hubungan Internasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UPER terhadap pencapaian SDGs, khususnya pendidikan berkualitas dan energi bersih dan terjangkau, dengan membekali generasi muda agar mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan transisi energi Indonesia,” ujar Prof. Ichsan.

Irawan

Berita Terkait

Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan
PWRI Bogor Raya Mantapkan Langkah: Rohmat Selamat Tegaskan Era Baru Organisasi yang Solid dan Profesional
Proyek Drainase Jalan Ali Gatmir Disorot: Kualitas dan Transparansi Dipertanyakan, Wartawan Klaim Dapat Intimidasi
Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:18 WIB

Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:23 WIB

PWRI Bogor Raya Mantapkan Langkah: Rohmat Selamat Tegaskan Era Baru Organisasi yang Solid dan Profesional

Berita Terbaru

Kabupaten Bogor

Senin, 7 Sep 2026 - 16:33 WIB