Bojong Gede | BAPERS.ID Setelah munculnya pemberitaan mengenai dugaan oknum berinisial D yang disebut sebagai anggota TNI di proyek pembangunan Mie Gacoan di Bojong Gede, pihak terkait memberikan klarifikasi panjang mengenai kesalahpahaman yang terjadi di lapangan.
Peristiwa bermula pada Senin (17/11/2025) ketika beberapa awak media mendatangi lokasi proyek Mie Gacoan di Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Salah satu wartawan berinisial H menanyakan perihal izin bangunan kepada pengawas proyek berinisial R.
R saat itu menjelaskan bahwa perizinan menjadi urusan pimpinan.
Selain itu, R juga menyampaikan bahwa Ketika ditanya lebih detail, R menyebut nama seorang pengawas keamanan berinisial D.

Namun, saat wartawan meminta penjelasan lebih jauh mengenai dinas atau satuannya, R mengaku tidak mengetahui secara pasti dan hanya menyebut “Cibinong”.
Belakangan, R menyampaikan bahwa informasi tersebut merupakan kesalahpahaman, R juga menegaskan bahwa ia tidak mengetahui secara jelas pekerjaan D dan hanya memberikan nomor kontak D kepada wartawan H agar informasi dapat dikonfirmasi langsung.
Baca Juga:
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
Kapolsek Sukaraja Pantau Langsung Pencarian Anak Tenggelam di Kali Ciliwung
Sorotan Tajam ke Polresta Banyuwangi, Kapolri Diminta Turun Luruskan Proses Hukum
Pada pukul 15:26 WIB, D menghubungi wartawan H setelah mendapat informasi dari R. Dalam percakapan itu, D menjelaskan bahwa ia bertugas sebagai pengawas Mie Gacoan atas perintah PIC Keamanan berinisial N.
D juga menerangkan bahwa pekerjaan utamanya adalah wartawan, dengan jabatan kabiro online di salah satu media di Kabupaten Bogor.
D mengirimkan bukti legalitas profesinya kepada wartawan H, termasuk identitas redaksi dari media tempat ia bekerja. Ia menegaskan tidak pernah mengaku sebagai anggota TNI kepada siapapun.
“Rekan-rekan seprofesi juga sudah tahu saya bekerja sebagai wartawan dan anggota salah satu organisasi wartawan di Bogor Raya,” ujar D.
Baca Juga:
Halal Bihalal Jadi Ajang Konsolidasi, Pemuda Pancasila Jepara Perkuat Soliditas Kader
Puluhan Ketua RT dan RW di Desa Cijujung Resmi Dilantik, Siap Jalankan Tugas Hingga 2031
Krisis Iklim di Hari Nelayan, Peneliti UPER Ungkap Rapuhnya Ketahanan Ekonomi Warga Pesisir
Sebelumnya, D sempat berjanji akan bertemu wartawan H pada pukul 18.00 WIB. Namun karena ada keperluan mendadak, ia meminta pertemuan diundur ke hari berikutnya pukul 17.00 WIB. H diduga merasa kecewa dan kemudian mengirimkan video kepada D untuk dimintai klarifikasi
D menjawab sesuai keterangan sebelumnya.
Namun, berita tetap dinaikkan oleh H, dan video tersebut diduga dipoles menjadi bahan pemberitaan tanpa memastikan kebenarannya melalui konfirmasi ulang.
D menegaskan bahwa ia tidak pernah mengaku sebagai TNI dan hanya mencari nafkah tambahan untuk keluarganya tanpa menyalahi aturan.
“Seharusnya wartawan H mengonfirmasi kembali kepada R untuk mendapat kejelasan terkait pekerjaan saya agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar D.
Kasus ini menunjukkan pentingnya prinsip cover both sides dan kehati-hatian dalam publikasi informasi agar tidak terjadi kekeliruan yang merugikan pihak tertentu.
Red







