Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Bapers.Id
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang di rahmati Allah SWT, kali ini Redaksi menyuguhkan momuntum untuk hijrah menuju kebaikan di bulan muharam,
Baca Juga:
Mensesneg: Presiden Prabowo Panggil Jaksa Agung Hingga Kapolri, Ingin Laporan Situasi Terkini
Tanggal 1 Muharam menandai awal tahun baru dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, momentum ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga saat yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan buruk menuju akhlak dan amal yang lebih mulia.
Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta memperbanyak istighfar dan doa.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Baca Juga:
Presiden Prabowo Nyampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Kapolda Sumsel Silaturahmi ke Kejati, SumSel untuk Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Sumsel
Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Gudang Penampungan CPO di Banyuasin Jadi Sorotan Warga
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap pergantian waktu hendaknya menjadi bahan evaluasi diri. Tahun baru Hijriah bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperbaiki amal, memperkuat iman, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Selain itu, dianjurkan pula berpuasa pada tanggal 9 Muharam (Tasu’a) sebagai penyempurna ibadah dan pembeda dari tradisi umat terdahulu.
Di awal tahun Hijriah ini, ada baiknya setiap diri merenung sejenak: sudah sejauh mana perjalanan hidup yang telah kita tempuh? Sudahkah waktu yang diberikan Allah kita gunakan untuk beribadah, berbuat baik, dan memberi manfaat bagi sesama? Muharam mengajarkan bahwa setiap pergantian waktu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, meninggalkan kesalahan masa lalu, serta menata langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Mari jadikan 1 Muharam sebagai titik awal untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Semoga tahun baru Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru untuk terus menebar kebaikan.
“Jangan hanya menghitung bertambahnya usia, tetapi hitunglah seberapa banyak amal dan kebaikan yang telah kita tinggalkan sebagai bekal menuju akhirat.”
Wallahu a’lam bish-shawab.
Salam Hormat, Tim Redaksi







