Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina

- Pewarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | BAPERS.ID – Di tengah otomatisasi digital dan ketatnya persaingan kerja, ekonomi kreatif berkembang sebagai salah satu ruang kewirausahaan yang menjanjikan bagi generasi muda. Data BPS (2025) menunjukkan sektor ini terus menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia.

Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada tantangan mendasar, terutama kemampuan mengubah ide kreatif menjadi produk atau bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar.

“Generasi muda memiliki segudang ide cemerlang, namun belum mampu memaksimalkan perputaran uang (monetisasi) dari hobi mereka karena tidak adanya market match, yaitu kesesuaian antara produk yang diciptakan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

Padahal, modal utama untuk memenangkan persaingan di industri yaitu keberanian untuk mencoba serta ketekunan dalam mengubah keresahan di sekitar menjadi solusi,” ungkap kreator konten sekaligus penulis Raditya Dika.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi diskusi edukatif bertajuk “The Digital Native: Mastering Hype, Creativepreneurship, and Business Execution” yang diselenggarakan Universitas Pertamina bekerja sama dengan J&T Connect Preneur dan Narasi pada Selasa (9/6/2026)

Tingginya relevansi tema terlihat dari antusiasme peserta, dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 800 orang. Melalui forum ini, peserta diajak memahami bagaimana kreativitas, pemahaman pasar, dan kemampuan eksekusi menjadi faktor penting dalam membangun bisnis di tengah lanskap ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Lebih lanjut, Radit menekankan bahwa kemampuan mengeksekusi ide bisnis berangkat dari pemahaman terhadap kekuatan diri. Menurutnya, seseorang tidak harus menguasai banyak hal sekaligus.

Sebaliknya, menemukan satu keterampilan spesifik yang paling dikuasai dan terus mengembangkannya justru dapat menjadi modal utama untuk membangun nilai jual yang kuat.

Melengkapi pandangan tersebut, pebisnis sekaligus CEO produk parfum lokal HMNS, Rizky Arief, mengajak peserta melihat passion bukan sebagai bakat bawaan, melainkan sesuatu yang dibangun melalui proses belajar dan konsistensi dalam mengeksekusi ide.

“Tanpa disadari, passion kerap bermula dari keresahan masyarakat yang terus berulang. Tugas kita adalah meriset dan menemukan pasar yang benar-benar membutuhkan solusi dari kita. Lebih dari itu,

Di era digital ini kita dituntut untuk bisa menghidupkan imajinasi yang relevan di benak masyarakat. Imajinasi dan cerita inilah yang nantinya menjadi magnet utama bagi calon pembeli,” ujar Rizky.

Sebagai pelaku bisnis yang bertumbuh di ruang digital, Rizky juga menyoroti kompleksitas kompetisi bisnis saat ini. Ia menjelaskan bahwa di era digital, sebuah produk dapat dengan cepat viral, tetapi juga mudah tergeser ketika tren berganti atau muncul kompetitor dengan pendekatan yang lebih relevan.

Ditambah lagi, perubahan algoritma platform digital dan preferensi audiens yang dinamis membuat pelaku usaha tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi. Karena itu,

Menurutnya, kemampuan membaca perilaku konsumen, mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan, serta menyesuaikan strategi secara berkelanjutan menjadi kompetensi penting bagi wirausaha masa kini.

Sementara itu, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. tech. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan komitmen universitas dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mendukung lahirnya creativepreneur muda.

“Wawasan dari para praktisi pada kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mencetak lulusan yang adaptif dan mampu menciptakan peluang. Karena itu,

kami menghadirkan fasilitas Inkubasi Bisnis sebagai ruang pendampingan agar ide-ide inovatif mahasiswa tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diuji, divalidasi pasar, dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Sampai tahun 2025 Inkubasi Bisnis UPER telah mendampingi sebanyak 62 tim dengan total pendanaan mencapai 180 juta,” tegas Prof. Djoko.

Penulis : Irawan

Berita Terkait

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis
Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik
RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane
Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Bersinergi dengan Kapolda Jabar yang Baru, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah
Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 , Sekalian Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet
PUBLIKASI KINERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2026  
PWRI BOGOR RAYA MELAKUKAN KEGIATAN AUDENSI KE RSUD LEUWILIANG SINERGI DEMI PELAYANAN WARGA
FULL HOUSE SUGBK : Doa Masyarakat Indonesia menyertai Timnas Garuda Untuk Meraih Kemenangan Sempurna Lawan Thailand
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:53 WIB

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Siap Bersinergi dengan Kapolda Jabar yang Baru, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Bupati Bogor Matangkan Persiapan Peparda VII Jabar 2026 , Sekalian Rencana Pembangunan Rumah Istimewa Bagi Para Atlet

Berita Terbaru

Jawa Barat

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan DSA dan Cath Lab Biplane

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:53 WIB