VIRAL!,DIDUGA ABAIKAN MUTU DAN TRANSPARANSI, PROYEK DRAINASE DI KALIDONI JADI SOROTAN WARGA

- Pewarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG | BAPERS.ID – Proyek pembangunan drainase di Jalan Mawar, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, menuai sorotan warga. Proyek yang diduga berada di bawah tanggung jawab Dinas PUPR PSDA Kota Palembang itu dipertanyakan dari sisi kualitas pekerjaan, transparansi anggaran, hingga penerapan standar keselamatan kerja.

Pantauan di lokasi, sejumlah bagian saluran drainase terlihat tidak simetris dan diduga tidak dikerjakan sesuai kaidah teknis konstruksi. Warga menilai bentuk saluran yang berkelok serta belum terlihat jelasnya sistem pembuangan air berpotensi mengurangi fungsi drainase dalam mengatasi genangan.

“Yang kami khawatirkan, ketika hujan deras justru air meluap ke jalan dan permukiman karena aliran pembuangannya tidak jelas,” ujar seorang warga.

Selain kualitas fisik bangunan yang dipersoalkan, warga juga menyoroti tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal papan informasi merupakan salah satu bentuk keterbukaan kepada masyarakat mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, dan masa pelaksanaan proyek.

Ketiadaan informasi tersebut memicu tanda tanya publik mengenai siapa kontraktor pelaksana, siapa pengawas lapangan, serta berapa nilai anggaran yang digunakan dalam proyek tersebut.

Saat sejumlah pekerja di lokasi dimintai keterangan terkait pelaksana proyek maupun pengawas pekerjaan, mereka mengaku tidak mengetahui secara rinci identitas pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.

Sorotan juga mengarah pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm proyek, rompi reflektif, maupun sepatu pelindung. Di sekitar lokasi juga tidak tampak fasilitas pendukung keselamatan kerja yang lazim ditemukan pada proyek konstruksi pemerintah.

Aktivis dan masyarakat meminta Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas PUPR PSDA segera memberikan penjelasan terbuka terkait proyek tersebut. Mereka juga mendesak Inspektorat dan lembaga pengawas terkait melakukan pemeriksaan teknis guna memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.

“Jangan sampai proyek yang dibiayai uang rakyat hanya selesai secara administratif, tetapi kualitasnya dipertanyakan masyarakat sejak awal pelaksanaan,” kata salah seorang warga.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas PUPR PSDA Kota Palembang maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai pertanyaan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.

(Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.)

Reporter : Kaperwil Sumsel

Berita Terkait

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 10 September 2026 - 15:41 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

Kamis, 10 September 2026 - 08:56 WIB

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Selasa, 1 September 2026 - 13:18 WIB

Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa

Berita Terbaru

Kabupaten Bogor

Senin, 7 Sep 2026 - 16:33 WIB