Pakar Ekonomi UPER: Hilirisasi Biodiesel Jadi Kunci Amankan Ekonomi Nasional Menuju B50

- Pewarta

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | BAPERS. ID – Gejolak geopolitik global yang memicu fluktuasi harga minyak dunia mendorong Indonesia mengambil langkah strategis: mempercepat implementasi biodiesel B50, perpaduan 50 persen minyak kelapa sawit dan 50 persen minyak fosil.

Untuk periode Mei 2026, pemerintah telah menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel di angka Rp14.917 per liter.

Kebijakan ini bertumpu pada kekuatan Indonesia sebagai produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar dunia, dengan produksi mencapai 46,7 juta metrik ton per tahun (USDA, 2026).

Ketersediaan bahan baku yang melimpah ini menjadi fondasi kuat akselerasi hilirisasi biodiesel, sekaligus peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan struktur perekonomian domestik secara bersamaan.

Merespons dinamika kebijakan tersebut, pakar serta dosen Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina (UPER), Eka Puspitawati, Ph.D., merilis sebuah penelitian komprehensif terkait dampak makroekonomi dari hilirisasi industri biodiesel.

Penelitian bertajuk “Economic Effect of Biodiesel Downstream Industry: An Analysis Based on a Dynamic CGE Model” ini diterbitkan secara resmi dalam International Journal of Energy Economics and Policy.

Menggunakan model matematis Dynamic Computable General Equilibrium (CGE), penelitian ini mensimulasikan skenario peningkatan investasi hilirisasi biodiesel sebesar 9,66 persen per tahun, angka yang mencerminkan pertumbuhan kapasitas terpasang aktif industri biodiesel nasional dari 13,3 juta kiloliter (KL) pada 2020 menjadi 20,64 juta KL pada 2024 (APROBI).

Hasilnya, hilirisasi biodiesel diproyeksikan mampu mendorong tambahan kontribusi terhadap PDB riil nasional dari 0,67 persen di awal implementasi hingga 1,45 persen pada 2030, seiring peningkatan konsumsi rumah tangga dari 0,7 persen menjadi 1,04 persen dalam periode yang sama.

“Kehadiran energi biodiesel meningkatkan efisiensi di berbagai sektor sehingga stabilitas ekonomi makro dan harga barang tetap terjaga. Saat daya beli masyarakat kuat, roda perekonomian industri hilir pun berputar semakin pesat,” jelas Dr. Eka.

Dampak hilirisasi biodiesel tidak berhenti di level konsumen. Riset memetakan efek berantai (multiplier effect) hingga ke sektor hulu, mendorong pertanian kelapa sawit meningkatkan produksinya sekaligus mematahkan kekhawatiran kelangkaan pangan.

Data kementerian mencatat total produksi CPO Indonesia mencapai 51,54 juta ton pada 2022. Sementara itu, berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan No. 1528 Tahun 2022, kebutuhan minyak goreng kemasan sederhana atau Minyakita untuk konsumsi masyarakat sekitar 3,24 million ton per tahun.

“Ketahanan pangan dan ketahanan energi bisa berjalan beriringan. Kondisi surplus ini menunjukkan bahwa pasokan produksi CPO kita masih cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rakyat sekaligus menopang ambisi energi nasional, asalkan diiringi dengan peningkatan produktivitas hulu dan hilir CPO,” tegas Dr. Eka.

Untuk skenario jangka panjang menuju B100, riset ini menawarkan solusi antisipatif melalui pemanfaatan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) sebagai substitusi bahan baku, dengan catatan keran ekspor UCO tidak dibuka lebar.

Langkah ini dinilai strategis karena sekaligus mampu menekan biaya produksi, memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan, dan mencegah bahaya kesehatan akibat daur ulang minyak bekas di masyarakat.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa riset ini menjadi cerminan nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara holistik, sekaligus wujud konkret kontribusi UPER terhadap pencapaian SDGs, khususnya Poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta Poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

“Sebagai institusi yang melekat erat dengan industri energi, UPER memastikan setiap inovasi riset selalu memberikan nilai tambah bagi pendidikan dan kehidupan nyata. Penelitian ini dikembangkan

lebih lanjut di Program Studi Ekonomi, pada peminatan Energy Economics and Sustainability. Riset tersebut menjadi wujud dari ilmu pengetahuan sebagai instrumen strategis untuk menjawab tantangan transisi energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi bangsa,” pungkas Prof. Djoko.

Irawan

Penulis : Irawan

Berita Terkait

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan
Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn
VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:43 WIB

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan

Minggu, 13 September 2026 - 14:38 WIB

Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 10 September 2026 - 15:41 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

Kamis, 10 September 2026 - 08:56 WIB

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berita Terbaru