Kadisdik OKU Timur Temukan SD Taraman Kosong Saat Jam Belajar, Kepala Sekolah Diperingatkan

- Pewarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU Timur | BAPERS.ID Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Wakimin, memberikan peringatan tegas kepada Kepala SD Taraman, Kecamatan Semendawai Suku III, setelah menemukan aktivitas belajar mengajar telah berhenti sebelum jam sekolah berakhir.

Temuan itu terjadi saat Wakimin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Taraman pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan sekolah di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III.

Namun saat tiba di lokasi, kondisi sekolah terlihat sepi. Tidak tampak satu pun siswa maupun guru berada di lingkungan sekolah, padahal waktu belajar dinilai masih berlangsung.

“Pak, sudah pulang, Pak,” ujar warga kepada Wakimin saat ditanya mengenai keberadaan siswa.

Mendengar jawaban itu, Wakimin tampak terkejut dan langsung mempertanyakan alasan siswa dipulangkan lebih awal.

“Kok sudah pulang? Masa masih jam belajar anak-anak disuruh pulang sekolah,” ucap

Wakimin sambil merekam kondisi sekolah menggunakan telepon genggamnya.
Usai sidak, Dinas Pendidikan OKU Timur langsung memanggil Kepala SD Taraman, Asan, untuk dimintai klarifikasi.

Dari hasil pemeriksaan, pihak sekolah mengakui bahwa siswa memang dipulangkan sebelum jam belajar selesai.

Bahkan, menurut pengakuan kepala sekolah, kebijakan tersebut telah berlangsung dan menjadi kebiasaan dalam kegiatan belajar sehari-hari.

“Hasil klarifikasi benar bahwa kepala sekolah memulangkan siswa lebih awal dari jam seharusnya,” kata Wakimin.

Menurut dia, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap ketentuan jam efektif belajar dan tidak dapat dibenarkan.

“Kami sudah menegaskan bahwa tindakan itu salah dan tidak boleh diulangi lagi. Kepala sekolah tidak diperbolehkan mengurangi jam efektif belajar siswa,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan memberikan peringatan kepada kepala sekolah dan meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Jika setelah diberikan peringatan ternyata masih terjadi lagi, baik karena kelalaian maupun kesengajaan, maka akan diproses sesuai ketentuan disiplin,” ujar Wakimin.

Ia menambahkan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap sekolah-sekolah di wilayah OKU Timur agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai aturan.

“Kami memastikan kejadian seperti ini tidak ditemukan di sekolah lain. Pengawasan akan terus ditingkatkan melalui bidang SD,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakimin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.
“Saya yang pertama dan paling penting mohon maaf,” ucapnya.

Berita ini diterbitkan setelah dilakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, serta Kepala SD Taraman, Asan.

Reporter : Kaperwil Sumsel

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru