Sampah Membludak di Pasar Mindahan, Pedagang Soroti Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara

- Pewarta

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara | BAPERS.ID — Krisis sampah di Pasar Mindahan kian mengkhawatirkan. Tempat Penampungan Sementara (TPS) di area pasar dilaporkan membludak hingga meluber ke badan jalan, menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas jual beli.

Tumpukan sampah organik dan nonorganik menggunung di lokasi tersebut. Bau busuk tercium menyengat, lalat beterbangan di sekitar lapak makanan, serta akses jalan menyempit dan menjadi licin saat hujan turun.

Pedagang pasar menjadi pihak yang terdampak langsung. Mereka menilai pelayanan pengangkutan sampah tidak sebanding dengan retribusi kebersihan yang rutin dibayarkan setiap hari.

“Setiap hari kami bayar retribusi, tapi sampah tetap menumpuk. Bau menyengat, pembeli jadi enggan masuk,” ujar Jamik, salah satu pedagang, Selasa (24/02/2026).

Pedagang lain, Sarpi, mengatakan kondisi memburuk sejak TPS dipindah lebih dekat ke area dagang. Menurutnya, saat hujan turun, sampah bercampur air membuat area sekitar menjadi becek dan membahayakan pengunjung. “Ini pasar, bukan tempat pembuangan akhir,” katanya.

Saat dikonfirmasi, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara melalui Yudi, pejabat terkait, menyatakan kontainer di Pasar Mindahan diperuntukkan khusus bagi sampah aktivitas pasar. Warga sekitar disebut hanya ditoleransi membuang satu hingga dua kantong plastik.

Ia menduga lonjakan volume sampah terjadi akibat pembuangan oleh pihak luar menggunakan kendaraan roda tiga maupun roda empat, bahkan kemungkinan berasal dari pabrik. DLH menyebut armada amroll mengangkut sampah tiga kali dalam sepekan, sementara dump truck beroperasi dua kali seminggu.

Namun, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan dari pedagang terkait efektivitas pengawasan dan kecukupan frekuensi pengangkutan. Mereka menilai, jika benar terjadi pembuangan liar dalam skala besar, seharusnya ada pengawasan dan penindakan tegas agar TPS pasar tidak menjadi titik transit sampah dari luar kawasan.

Pedagang berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah, seperti penambahan armada angkut, pengawasan lebih ketat terhadap pembuang liar, serta evaluasi kebijakan pemindahan TPS.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi TPS di Pasar Mindahan dilaporkan masih penuh dan menimbulkan bau tidak sedap di sekitar area pasar.

Yuda

Berita Terkait

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan
Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn
VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:43 WIB

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan

Minggu, 13 September 2026 - 14:38 WIB

Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 10 September 2026 - 15:41 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

Kamis, 10 September 2026 - 08:56 WIB

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berita Terbaru