Lembaga PWRI DPC Bogor Raya, pada hari Selasa 26/25. ” Melaksanakan rapat pembentukan panitia acara Forum Diskusi Lingkungan Hidup.

- Pewarta

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BAPERS.ID – Pada acara pembentukan dialog Forum Lingkungan Hidup, yang diprakarsai oleh A.Hidayat.ST, direncanakan akan diselenggarakan pada bulan September 2025, acara diskusi tersebut tidak lain untuk menanamkan tanggung jawab moral terhadap lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Bogor.

Rapat pembentukan kepanitian acara forum dialog lingkungan hidup, telah di sepakati melalui rapat struktural DPC PWRI Bogor Raya, yang di buka dan di tutup oleh ketua DPC PWRI Bogor Raya, ” Rohmat Selamat,.SH, dan sekertaris DPC PWRI Bogor Raya, (Doso).

Didalam acara pembentukan panitia acara tidak lain untuk mempersiapkan segala bentuk persiapan langkah pertama yang akan dilaksanakan oleh panitia acara, dengan melanjutkan persiapan secara adminitrasi pelaksanaan acara tersebut.

Pada acara rapat pembentukan kepanitian acara dialog Forum Lingkungan Hidup. Disampaikan oleh ketua PWRI , “Rohmat Selama, kita sebagai lembaga pewarta kita memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Saya akan memerintahkan jurnalis yang tergabung di lembaga PWRI Bogor Raya, mengingat anggota jurnalis yang tergabung di lembaga PWRI Bogor Raya ini lebih dari 100 orang anggota, dan saya meminta kepada rekan – rekan jurnalis yang tergabung di PWRI Bogor Raya, untuk dapat menyikapi persoalan lingkungan hidup, dan jika ada potensi terjadi kejahatan lingkungan hidup saya meminta agar jurnalis dapat menyikapi persoalan kejahatan lingkungan hidup jika ada temuan dan berpotensi telah terjadi pengrusakan lingkungan hidup, akibat penambangan liar, alih pungsi hutan yang tidak pada semestinya, saya meminta awak jurnalis turun dan dalami kasus kejahatan lingkungan hidup, ” Tegas Rohmat.

Mengingat akan keberlangsungan lingkungan hidup menjadi tanggung jawab kita bersama, guna menciptakan keseimbangan hidup antara alam dan manusia serta mahluk lainnya.

Menurutnya acara Forum dialog Lingkungan Hidup ini sangat penting untuk dilaksanakan oleh kita, dan bukan saja oleh kita saja, namun juga harus ditularkan pada lembaga – lembaga lain yang respek tentang kelestarian lingkungan hidup, menurutnya tanggung jawab lingkungan hidup itu harus terus ditumbuhkan mengingat adanya alih pungsi lahan, dan perusakan wilayah hutan di kabupaten Bogor ini banyak terjadi kerusakan yang disebabkan oleh tangan – tangan orang yang tidak bertanggung jawab, dengan maraknya aktivitas eksplorasi tambang galian (C) dan tambang mineral lainnya diduga marak terjadi di hutan – hutan diwilayah Kabupaten Bogor , seperti di wilayah Taman Nasional, yang meliputi gunung Halimun Salak, maupun di gunung Gede Pangrango.

Jadi tujuan forum dialog lingkungan hidup ini di selenggarakan tidak lain untuk mencari solusi dalam pencegahan kejahatan lingkungan hidup, bagaimana menangani dalam pencegahan kejahatan lingkungan hidup ini dapat dieleminir, dan tentunya hal ini tidak dapat hanya sebatas selesainya forum dialog saja, PWRI akan konsen menyoroti kerusakan alam akibat para kelompok maupun perorangan dan pengusaha yang telah mengeksplorasi hasil tambang di area hutan lindung secara ilegal, kami akan menggandeng pihak- pihak terkait untuk mengatasi kerusakan lingkungan hidup, bersama – sama pihak dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor, melalui Dinas DLH,Polres Kabupaten Bogor, Kejaksaan Kabupaten Bogor dan juga akan kami sampaikan laporan secara resmi ke Kementrian Lingkungan Hidup, serta satgasus penegakan lingkungan hidup, untuk bekerja sama menangani kasus – kasus kejahatan lingkungan hidup, jika terjadi dan berpotensi telah terjadi kejahatan lingkungan hidup, ucap Rohmat.

Sementara itu , pemerkasa acara dialog yang juga sebagai ketua panitia acara, kerab disapa, “Hidayat. Ia mengatakan bentuk acara ini adalah mengajak kita bersama dari berbagai lapisan masyarakat untuk lebih menanamkan tanggung jawab moral tentang keberlangsungan lingkungan hidup.

Acara ini merupakan awal bagi lembaga PWRI Bogor Raya untuk lebih jauh menyikapi persoalan kejahatan lingkungan hidup, ini penting u

Berita Terkait

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan
Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn
VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:43 WIB

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan

Minggu, 13 September 2026 - 14:38 WIB

Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 10 September 2026 - 15:41 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

Kamis, 10 September 2026 - 08:56 WIB

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berita Terbaru