SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa

- Pewarta

Senin, 26 Januari 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bogor | BAPERS.ID Serikat Petani Indonesia (SPI) resmi menutup rangkaian Rapat Pleno dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Sabtu (25/1/2026), setelah berlangsung selama dua hari sejak 23 Januari 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional DPP SPI, Bogor, Jawa Barat.

Rapat Pleno dihadiri oleh Ketua Umum SPI bersama seluruh jajaran Pengurus Badan Pelaksana Pusat (BPP) serta Ketua dan Anggota Majelis Nasional SPI. Dalam forum tersebut, peserta secara resmi mengesahkan Program Kerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SPI Tahun 2026 sebagai pedoman gerak organisasi secara nasional.

Sementara itu, Rakernas SPI diikuti oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SPI dari 30 provinsi, serta sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPI yang hadir sebagai peninjau.

Agenda Rakernas memfokuskan pembahasan pada sinkronisasi rencana kerja DPP dan DPW untuk tahun 2026 agar selaras antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah.
Salah satu target strategis yang disepakati dalam Rakernas adalah pembentukan 20.000 basis SPI di desa-desa di seluruh Indonesia.

Setiap basis diwajibkan membangun Koperasi Petani Indonesia (KPI) sebagai sarana utama peningkatan kesejahteraan anggota. Program tersebut merupakan bagian dari tahapan kerja lima tahun SPI sebagaimana ditetapkan dalam Kongres SPI Tahun 2025.

Ketua DPW SPI Provinsi Jambi, Sarwadi, yang juga memimpin delegasi SPI Jambi, menegaskan bahwa penguatan basis organisasi di tingkat desa tidak hanya bertujuan memperkuat ekonomi petani, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menyongsong Pemilu 2029.

Ia mengingatkan bahwa SPI merupakan salah satu organisasi inisiator pendiri Partai Buruh, bersama berbagai organisasi gerakan buruh, rakyat, dan perempuan di Indonesia.

Rakernas SPI 2026 turut dihadiri oleh delapan DPC SPI se-Provinsi Jambi, antara lain Sarif (Ketua DPC SPI Muaro Jambi), M. Tohar Sembiring (Ketua DPC SPI Batanghari)

Ridhawansyah (Ketua Partai Buruh Kota Jambi sekaligus kader SPI), Muhammad Zen (Ketua DPC SPI Merangin), Agung SP (Sekretaris DPW SPI dan penerima mandat SPI Tanjung Jabung Timur), Nilawati (Wakil Ketua MWP SPI Jambi), serta perwakilan SPI Kota Sungai Penuh.

Dalam kesempatan tersebut, SPI Jambi menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh keputusan Pleno dan Rakernas sebagai kerja organisasi sehari-hari, terutama dalam membela dan mengadvokasi petani agar memperoleh kehidupan dan kesejahteraan yang layak.

Sebagai organisasi massa petani, SPI telah konsisten mendampingi kaum tani selama 27 tahun, sejak berdiri pada 8 Juli 1998. SPI menyatakan akan terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak petani, buruh, nelayan, serta masyarakat kecil lainnya.

Ke depan, SPI juga merencanakan penandatanganan kerja sama antara Menteri Koperasi dan Ketua Umum SPI terkait penguatan Koperasi Petani Indonesia (KPI) dan Koperasi Merah Putih, sebagai langkah strategis memperkokoh ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Yuda

Berita Terkait

Belum Seminggu Diluncurkan, Program Asuransi Hukum Dhipa Adista Justicia Law Firm Sudah Dapat Kepercayaan dari Pelaku UKM dan UMKM
Bupati Bogor Rudy Susmanto Adopsi Nilai Kopassus Perkuat Kinerja Pemkab Bogor
Kades Banjarsari Tolak Klarifikasi Tertulis, Keterbukaan Dana Desa untuk Proyek Sumur Bor Jadi Sorotan
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
Kapolsek Sukaraja Pantau Langsung Pencarian Anak Tenggelam di Kali Ciliwung
Sorotan Tajam ke Polresta Banyuwangi, Kapolri Diminta Turun Luruskan Proses Hukum
Halal Bihalal Jadi Ajang Konsolidasi, Pemuda Pancasila Jepara Perkuat Soliditas Kader
Puluhan Ketua RT dan RW di Desa Cijujung Resmi Dilantik, Siap Jalankan Tugas Hingga 2031
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:58 WIB

Belum Seminggu Diluncurkan, Program Asuransi Hukum Dhipa Adista Justicia Law Firm Sudah Dapat Kepercayaan dari Pelaku UKM dan UMKM

Sabtu, 25 April 2026 - 17:44 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Adopsi Nilai Kopassus Perkuat Kinerja Pemkab Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 17:46 WIB

Kades Banjarsari Tolak Klarifikasi Tertulis, Keterbukaan Dana Desa untuk Proyek Sumur Bor Jadi Sorotan

Senin, 20 April 2026 - 19:08 WIB

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

Senin, 20 April 2026 - 17:27 WIB

Kapolsek Sukaraja Pantau Langsung Pencarian Anak Tenggelam di Kali Ciliwung

Berita Terbaru