Sampah Menumpuk di Pasar Bangsri Jepara, Warga Kecewa Minimnya Respons DLH

- Pewarta

Rabu, 15 Oktober 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara, BAPERS.ID — Tumpukan sampah yang menggunung di sekitar area Pasar Bangsri, Kabupaten Jepara, menimbulkan keluhan dari warga dan pengendara yang melintas. Aroma tak sedap dan kondisi jalan yang kotor membuat masyarakat sekitar merasa terganggu dan kecewa dengan lambatnya penanganan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara.

Sampah rumah tangga dan sisa pasar menumpuk di sepanjang jalan utama sekitar Pasar Bangsri. Beberapa di antaranya meluber hingga ke badan jalan, terutama saat hujan turun. Kondisi ini menyebabkan bau menyengat dan risiko licin di jalan raya.

Seorang warga berinisial A, yang tinggal tidak jauh dari pasar, mengaku sudah berulang kali melaporkan masalah ini ke DLH Jepara. Namun hingga kini belum ada tindakan nyata.

“Sudah berhari-hari sampah dibiarkan. Kami sering lapor, tapi tidak ada aksi cepat,” ujar A, Rabu (15/10/2025).

Keluhan serupa datang dari para pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Mereka menilai tumpukan sampah di pinggir jalan sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Kalau hujan, jalan licin karena sampah terbawa air ke aspal. Ini berbahaya,” kata seorang pengendara motor.

Penumpukan sampah ini sudah terjadi selama beberapa hari terakhir. Warga menduga keterlambatan pengangkutan disebabkan kurangnya armada dan jadwal pengangkutan yang tidak teratur. Kontainer sampah di sekitar pasar juga sudah penuh, namun belum diangkut oleh petugas DLH.

Warga berharap DLH Jepara segera turun tangan membersihkan area tersebut dan menambah jadwal pengangkutan sampah di kawasan pasar.

“Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal bau. Sampah bisa mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan,” tegas seorang warga lainnya.

Sementara itu, pihak DLH Jepara diketahui tengah menjalankan program pengelolaan sampah terpadu, termasuk rencana pembangunan TPS Refuse Derived Fuel (RDF) dan program Desa Mandiri Sampah untuk mengurangi penumpukan. Namun, warga menilai langkah tersebut belum berdampak langsung terhadap kondisi di Pasar Bangsri.

Yuda

Penulis : Yuda

Editor : Rudy

Berita Terkait

DIDUGA PLT KEPALA DINAS PMD BANYUASIN HINDARI WARTAWAN, MUNCUL KLAIM DANA DESA 2026 TINGGAL SEKITAR RP300 JUTA PER DESA
Fauka pimpin Lindu Aji Gelar Culture Fest 2026 di Borobudur, Hadirkan 1.000 Jatilan dan puluhan UMKM
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan
UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan
Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn
VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:17 WIB

DIDUGA PLT KEPALA DINAS PMD BANYUASIN HINDARI WARTAWAN, MUNCUL KLAIM DANA DESA 2026 TINGGAL SEKITAR RP300 JUTA PER DESA

Rabu, 16 September 2026 - 04:11 WIB

Fauka pimpin Lindu Aji Gelar Culture Fest 2026 di Borobudur, Hadirkan 1.000 Jatilan dan puluhan UMKM

Selasa, 15 September 2026 - 08:06 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

Minggu, 13 September 2026 - 16:43 WIB

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan

Berita Terbaru