Penertiban Bangunan di Puncak Tuai Respons, Kementerian LH Diminta Perkuat Koordinasi Daerah

- Pewarta

Rabu, 30 Juli 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BAPERS.ID – Langkah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menertibkan sejumlah bangunan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, menuai beragam tanggapan dari masyarakat dan tokoh daerah. Penertiban yang dilakukan pekan lalu ini mencakup penyegelan bangunan yang diduga tidak sesuai dengan peruntukan ruang kawasan lindung dan konservasi.

Sejumlah pihak mempertanyakan aspek prosedural dan koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa dalam proses penertiban, belum seluruh elemen pemerintah daerah seperti kepala desa, camat, dinas teknis, maupun Pemerintah Kabupaten Bogor terlibat secara aktif.

Tokoh masyarakat Bogor Selatan, Adi Prabowo, mengingatkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam penataan kawasan strategis seperti Puncak. “Kami mendukung upaya pelestarian lingkungan, namun pelaksanaannya perlu mengedepankan koordinasi dan menghormati kewenangan daerah sebagaimana diatur dalam undang-undang,” ujar Adi, Selasa (29/7).

Sebagai Ketua Umum Aspirasi Masyarakat Indonesia (AMI), Adi juga menyoroti dampak sosial-ekonomi dari kebijakan tersebut terhadap pelaku usaha lokal. Ia berharap ada ruang dialog antara pemerintah pusat dan pemangku kepentingan di daerah sebelum kebijakan penataan dilaksanakan secara menyeluruh.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Ajet Basuni, menilai bahwa pendekatan yang berbasis komunikasi dan keadilan spasial lebih dibutuhkan untuk memastikan penataan kawasan berjalan efektif dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian yang merata terhadap kawasan lain di Indonesia yang menghadapi tantangan lingkungan serupa.

“Penataan wilayah harus dilakukan secara konsisten di seluruh Indonesia, tidak hanya fokus pada satu titik. Kami berharap ada perlakuan yang adil dan proporsional antar daerah,” jelas Ajet.

Sementara itu, beberapa warga mengaku masih memiliki pertanyaan terkait objek bangunan yang disegel. Mereka berharap ke depan kementerian dan pemerintah daerah dapat lebih terbuka dalam menyampaikan dasar hukum dan kriteria teknis penertiban kepada publik.

Menanggapi hal ini, sejumlah organisasi sipil berencana mengirimkan surat permohonan audiensi kepada KLHK untuk menyampaikan masukan dan aspirasi secara langsung. Mereka menegaskan dukungannya terhadap upaya pelestarian lingkungan, dengan catatan agar dilakukan secara partisipatif, sesuai prosedur, dan menghormati prinsip otonomi daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum memberikan keterangan resmi terkait teknis pelaksanaan penertiban dan pola koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah daerah.

Rudy

Penulis : Rudy

Berita Terkait

Ketua GARDA PRABOWO Jawa Barat Bob Mulia , Mengecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto
Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha
SOSIALISASI PERATURAN DAERAH: SELURUH KEPALA DESA KECAMATAN PULAU RIMAU BANYUASIN DIPERKUAT PEMAHAMAN ATURAN TAHUN 2026
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??
Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak
Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON
Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ketua GARDA PRABOWO Jawa Barat Bob Mulia , Mengecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:28 WIB

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha

Senin, 15 Juni 2026 - 14:59 WIB

SOSIALISASI PERATURAN DAERAH: SELURUH KEPALA DESA KECAMATAN PULAU RIMAU BANYUASIN DIPERKUAT PEMAHAMAN ATURAN TAHUN 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Jawa Barat

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Jun 2026 - 17:53 WIB