Pedagang Pasar Merdeka Bogor Keluhkan Kerugian dan Intimidasi, Pengelola Bungkam

- Pewarta

Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Bogor | BAPERS. ID Sejumlah pedagang di Pasar Merdeka, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengeluhkan kerugian yang mereka alami akibat pembangunan dan pengelolaan pasar yang dinilai tidak transparan serta memberatkan.

Keluhan tersebut mencuat pada Rabu (15/10/2025) setelah tim media melakukan investigasi di lokasi. Pedagang menuding kebijakan renovasi pasar dan sistem sewa lapak yang diterapkan oleh pihak pengelola justru membuat mereka terpuruk secara ekonomi.

Pihak pengelola pasar, yakni Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, disebut sebagai institusi yang bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. Namun, saat dikonfirmasi, perwakilan Perumda enggan memberikan komentar dengan alasan hal itu merupakan kewenangan pihak pusat.

Pasar Merdeka sendiri terletak di kawasan strategis pusat Kota Bogor dan menjadi salah satu sentra ekonomi warga. Namun, sejak proses renovasi dan penataan ulang dilakukan, para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan keuntungan seperti sebelumnya.

Menurut para pedagang, harga sewa kios dan lapak yang ditawarkan Perumda dianggap terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan kondisi pasar saat ini. Selain itu, mereka juga menuding adanya pungutan tambahan yang tidak jelas dasar regulasinya.

“Kami merasa dirugikan. Harga lapak mahal, belum lagi pungutan-pungutan lain yang tidak jelas. Kami sudah sampaikan keberatan, tapi tidak ada tanggapan,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Lebih parah lagi, para pedagang mengaku mendapat tekanan dari oknum tertentu agar tidak menyampaikan keluhan kepada media.

“Kami diingatkan agar jangan bicara keluar, apalagi ke media. Ini seperti pembungkaman suara kami,” tambah pedagang lainnya.

Tim media yang tergabung dalam Perkumpulan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini. PWRI menilai langkah tersebut penting agar tidak terjadi ketegangan antara pemerintah daerah dan para pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pasar Merdeka.

Red

Berita Terkait

Belum Seminggu Diluncurkan, Program Asuransi Hukum Dhipa Adista Justicia Law Firm Sudah Dapat Kepercayaan dari Pelaku UKM dan UMKM
Bupati Bogor Rudy Susmanto Adopsi Nilai Kopassus Perkuat Kinerja Pemkab Bogor
Kades Banjarsari Tolak Klarifikasi Tertulis, Keterbukaan Dana Desa untuk Proyek Sumur Bor Jadi Sorotan
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
Kapolsek Sukaraja Pantau Langsung Pencarian Anak Tenggelam di Kali Ciliwung
Sorotan Tajam ke Polresta Banyuwangi, Kapolri Diminta Turun Luruskan Proses Hukum
Halal Bihalal Jadi Ajang Konsolidasi, Pemuda Pancasila Jepara Perkuat Soliditas Kader
Puluhan Ketua RT dan RW di Desa Cijujung Resmi Dilantik, Siap Jalankan Tugas Hingga 2031
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:58 WIB

Belum Seminggu Diluncurkan, Program Asuransi Hukum Dhipa Adista Justicia Law Firm Sudah Dapat Kepercayaan dari Pelaku UKM dan UMKM

Sabtu, 25 April 2026 - 17:44 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Adopsi Nilai Kopassus Perkuat Kinerja Pemkab Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 17:46 WIB

Kades Banjarsari Tolak Klarifikasi Tertulis, Keterbukaan Dana Desa untuk Proyek Sumur Bor Jadi Sorotan

Senin, 20 April 2026 - 19:08 WIB

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

Senin, 20 April 2026 - 17:27 WIB

Kapolsek Sukaraja Pantau Langsung Pencarian Anak Tenggelam di Kali Ciliwung

Berita Terbaru