Izin Peternakan Babi di Jepara Harus Sejalan dengan Fatwa Ulama dan Nilai Religius

- Pewarta

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAPERS.ID
Rencana investasi peternakan babi di Kabupaten Jepara memicu polemik di tengah masyarakat, mengingat karakter religius dan kultural daerah tersebut yang mayoritas beragama Islam.

Sikap Pemerintah Daerah: Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Bupati Wiwit), secara tegas menyatakan bahwa izin tidak akan dikeluarkan tanpa restu dari MUI, NU, Muhammadiyah, dan tokoh agama lainnya. Menurutnya, setiap kebijakan harus sejalan dengan nilai religius masyarakat dan fatwa ulama.

Sikap PCNU Jepara: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara mengeluarkan Surat Keputusan Resmi Nomor 36/PC.01/A.II.01.03/1416/08/2025, hasil dari Bahtsul Masail, yang berisi tiga poin rekomendasi:
Menolak pendirian peternakan babi dan usaha lain yang bertentangan dengan kultur religius masyarakat Jepara.

Mendorong kebijakan yang membawa kesejahteraan dunia dan akhirat.
Menyerukan kreativitas pemerintah dalam menggali potensi ekonomi dari sumber halal dan legal.

Fakta Investasi: Investor mengusulkan pembangunan peternakan babi dengan skala besar (2–3 juta ekor per tahun), khusus untuk ekspor. Pemerintah kabupaten diimingi retribusi sebesar Rp300 ribu per ekor, ditambah program Corporate Social Responsibility (CSR).

Penegasan Bupati: Meskipun tawaran investasi dan potensi pendapatan cukup besar, Bupati Wiwit menyatakan bahwa nilai-nilai religius lebih utama daripada pertimbangan ekonomi.

<span;>Analisis Singkat (Hukum dan Kebijakan Publik

Aspek Hukum:
Tidak ada larangan eksplisit dalam hukum nasional terhadap peternakan babi, namun penerbitan izin usaha merupakan kewenangan pemerintah daerah, dan dapat mempertimbangkan faktor sosial, budaya, serta aspirasi masyarakat lokal sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Aspek Kebijakan Publik:
Kebijakan berbasis kearifan lokal seperti ini mencerminkan prinsip “demokrasi partisipatif” dan “subsidiaritas”, yaitu mendekatkan keputusan ke tingkat pemerintahan terdekat dengan rakyat. Namun, tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara hak investor, ekonomi daerah, dan keragaman budaya dan agama.

Aspek Religius dan Sosial:
Penolakan PCNU didasarkan pada pertimbangan kultur mayoritas Muslim, yang menganggap babi sebagai hewan najis dalam Islam. Respons pemerintah menunjukkan kepekaan terhadap legitimasi moral dan otoritas keagamaan di masyarakat lokal.

Yuda

Penulis : Yuda

Editor : Rudy

Berita Terkait

Ketua GARDA PRABOWO Jawa Barat Bob Mulia , Mengecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto
Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha
SOSIALISASI PERATURAN DAERAH: SELURUH KEPALA DESA KECAMATAN PULAU RIMAU BANYUASIN DIPERKUAT PEMAHAMAN ATURAN TAHUN 2026
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??
Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak
Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON
Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ketua GARDA PRABOWO Jawa Barat Bob Mulia , Mengecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:28 WIB

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha

Senin, 15 Juni 2026 - 14:59 WIB

SOSIALISASI PERATURAN DAERAH: SELURUH KEPALA DESA KECAMATAN PULAU RIMAU BANYUASIN DIPERKUAT PEMAHAMAN ATURAN TAHUN 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Jawa Barat

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Jun 2026 - 17:53 WIB