Anggota Komisi III DPR Minta Aparat Buru Aktor Intelektual Kasus 2 Ton Sabu Kapal Sea Dragon

- Pewarta

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | BAPERS.ID Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, meminta aparat penegak hukum memburu aktor intelektual di balik kasus penyelundupan hampir 2 ton sabu yang diangkut kapal Sea Dragon.

 

Ia menegaskan, penindakan tidak boleh berhenti pada anak buah kapal (ABK), termasuk Fandi Ramadhan yang kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam.

 

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai tidak masuk akal jika seorang ABK memiliki kemampuan finansial maupun kendali untuk mengatur penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Menurut dia, aparat harus mengusut tuntas pihak yang berperan sebagai pemodal dan pengendali jaringan.

 

“Jangan sampai pelaku lapangan dijadikan tumbal, sementara dalang utama dan pemodal besar justru lolos dari jerat hukum,” ujar Aboe dalam keterangannya.

 

Kasus ini bermula dari penggagalan penyelundupan 1.995.130 gram sabu di perairan selatan Tanjung Piai, perbatasan RI–Malaysia, pada Mei 2025. Operasi tersebut melibatkan TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).

 

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan enam tersangka yang terdiri atas empat warga negara Indonesia dan dua warga negara asing asal Thailand. Fandi Ramadhan disebut baru tiga hari bekerja sebagai ABK saat penangkapan dilakukan dan kini dituntut hukuman mati bersama terdakwa lainnya.

 

Aboe menekankan bahwa penyelundupan narkotika dalam jumlah hampir 2 ton menunjukkan adanya jaringan terorganisir, mulai dari pemodal, pengatur logistik, hingga operator lapangan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban pidana agar pemberantasan narkoba menyentuh hingga ke akar persoalan.

 

Hingga kini, proses persidangan terhadap para terdakwa masih berlangsung di Batam.

 

Yuda

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru