Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina

- Pewarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Transformasi sektor energi dunia membuka peluang karier baru bagi generasi muda. Porsi energi terbarukan dalam bauran energi global diproyeksikan meningkat signifikan hingga 2050,

Dengan jumlah pekerjaan di sektor ini diperkirakan mencapai 42 juta. Industri pun membutuhkan talenta yang tak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan lingkungan kerja global.

 

Peluang itu dijalani Ramadhini Putri Jofansa, alumni Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER). Sejak 2024, Dhini bekerja sebagai Associate Technical Professional pada divisi Testing and Subsea di Halliburton dan berkolaborasi dengan profesional dari berbagai negara.

Meski menawarkan prospek karier dan remunerasi yang kompetitif, kesempatan tersebut membutuhkan persiapan matang. Dari pengalamannya, Dhini membagikan sejumlah tips bagi generasi muda yang ingin meniti karier di perusahaan multinasional.

 

Kemampuan Berbahasa Asing

Bagi Ramadhini, bahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal dasar untuk bekerja di lingkungan global. Penguasaan bahasa asing lain pun dapat memperluas peluang karier dan memudahkan kolaborasi lintas negara.

 

“Mempelajari bahasa juga berarti memahami budaya dan cara pandang masyarakatnya. Hal ini membuat kita lebih terbuka terhadap perbedaan dan lebih mudah beradaptasi saat bekerja dengan orang dari berbagai negara,” ujar Ramadhini.

 

Miliki Growth Mindset di Tengah Perubahan Industri

Bekerja di Halliburton membuat Ramadhini menyadari bahwa industri energi terus berkembang seiring perubahan teknologi, metode kerja, dan tantangan di lapangan. Karena itu, kompetensi teknis perlu diimbangi dengan rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar.

 

“Di Halliburton, saya belajar untuk tidak cepat merasa puas karena selalu ada teknologi, metode kerja, dan tantangan baru yang perlu dipahami. Bagi saya, setiap perubahan adalah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang,” pungkas Ramadhini.

 

Bangun Profesionalisme Sejak Duduk di Bangku Kuliah

Menurut Ramadhini, kesiapan berkarir di perusahaan multinasional perlu dibangun sejak masa kuliah melalui proyek, kerja tim, dan pengalaman magang. Bekal itu ia peroleh selama menempuh studi di UPER dan menjalani magang selama 6 bulan dan bekerja sebagai Mechanical Engineer di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selama dua tahun.

Dok.: Dokumentasi pribadi Ramadhini saat menjalankan tugas
Dok.: Dokumentasi pribadi Ramadhini saat menjalankan tugas

“Berbagai proyek, presentasi, dan kerja kelompok selama kuliah mengasah kemampuan komunikasi, problem solving, dan teamwork saya. Pengalaman magang kemudian memberi gambaran nyata tentang dunia industri sekaligus melatih saya memahami tanggung jawab dan profesionalisme dalam bekerja,” jelas Ramadhini.

 

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan bahwa kebutuhan talenta terampil di industri energi perlu dijawab melalui proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri.

 

“Universitas Pertamina membekali mahasiswa dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri energi, pembelajaran berbasis proyek, serta program magang di ekosistem industri energi yang terintegrasi melalui Career Development Center (CDC) UPER.

Melalui berbagai pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga mengasah kemampuan memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Dengan bekal tersebut, lulusan Universitas Pertamina diharapkan menjadi talenta adaptif dan profesional yang siap berkontribusi di perusahaan nasional maupun multinasional,” tutup Djoko.

Irawan

Berita Terkait

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 10 September 2026 - 15:41 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya

Kamis, 10 September 2026 - 08:56 WIB

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Selasa, 1 September 2026 - 13:18 WIB

Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa

Berita Terbaru

Kabupaten Bogor

Senin, 7 Sep 2026 - 16:33 WIB