Dr. Tasrif M Saleh : Anggota Polri Harus Berbenah Diri, Harus Miliki Supremasi Keteladanan dan Profesionalisme

- Pewarta

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | BAPERS. ID 

Penasehat Inpoin Center Dr. Tasrif M. Saleh menegaskan Polisi Republik Indonesia (Polri) harus memperbaiki citra di masyarakat, sebagai teladan yang baik dan jujur.

Tasrif menilai kemarahan publik kemarin kepada Polri karena citra baik dan jujur polisi kurang dicerminkan atau dipantulkan kepada masyarakat.

“Banyak elite dan pimpinan Polri baik dan jujur lho. Bahkan banyak lahir Jenderal Hoegeng baru. Ini perlu dicitrakan ke masyarakat agar tak buram keteladanannya,” kata Tasrif di Jakarta, Minggu, tgl (5/10/2025).

Untuk itu, pria Jebolan S3 Universitas Jayabaya ini mendorong Polri melakukan transformasi pada aspek budaya. Sesuai amanat reformasi Polri 1999, yakni supremasi keteladanan.

“Tuntaskan pekerjaan rumah Polri yaitu supremasi keteladanan untuk seluruh anggota,” ujarnya.

Tasrif menyatakan keteladanan dari elite Polri manunggal dalam seluruh aparat dan bawahan.

Lebih lanjut, Tasrif mengingatkan Polri tidak boleh tergoda dengan budaya flexing atau pamer barang mewah saat ini.

“Budaya flexing mendorong emosi negatif. Karena pesan yang yang diterima publik itu ialah arogansi, kesombongan, dan haus akan harta dan kekayaan” kata Tasrif.

Penasehat Inpoin Center Dr. Tasrif M. Saleh menegaskan Polisi Republik Indonesia (Polri) harus memperbaiki citra di masyarakat, sebagai teladan yang baik

Kata Tasrif, budaya flexing dapat mendorong elite dan aparat untuk bertindak korup dan kolusi untuk memenuhi hasrat flexing, hal ini menguatkan asumsi institusi Polri tidak mengayomi masyarakat sepenuh hati.

“Praktik flexing jangan sampai membudaya pada institusi Polri, agar elitenya tetap menjadi sumber dan kompas keteladanan bagi anggotanya, serta supremasi hukum ditegakkan,” ujar Tasrif.

Praktik yang perlu dievaluasi juga yakni penggunaan Strobo atau Sirine yang dapat menyulut emosi publik karena mengandung arogansi dan kekerasan simbolik di ruas jalan.

“Pemakaian Strobo atau Sirine ‘tot tot wuk wuk’ dalam mengawal elite sebagai simbol arogansi. Sama halnya Jenderal Polisi dan keluarganya pamer barang mewah di media sosial” ujar Tasrif.

Kata Tasrif, polisi memiliki Tri Brata dan Catur Prasetya, tetapi karena aspek budaya yang belum selesai reformasinya maka nilai-nilai etis tersebut tidak manunggal dalam diri aparat.

Supaya perbaikan Polri tidak sekedar menjadi wacana maka harus diketahui secara jelas pada bagian mana yang akan diperbaiki. “Keteladanan dari aparat konsen utamanya” pungkasnya.(***)

Berita Terkait

Perempuan Tangguh Lulusan Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Dwi Kartika Aprillia, S.H., Diamanahkan Memimpin WLC DPC Banyumas
Perempuan Tangguh dan Advokat Profesional, Dini Supartini, S.H., Ditunjuk sebagai Ketua DPC WLC Kabupaten Pasuruan
Bus Angkutan Pegawai di Kabupaten Bogor Dikeluhkan, Diduga Ada Penarikan Iuran Operasional
Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Jepara Jawa Tengah Kembali Mencuat, APH Jangan Tutup Mata
Mengenal Sosok Siti Sopiah, Advokat Perempuan yang Konsisten Perjuangkan Keadilan
KNPI Kabupaten Bogor Audiensi dengan Bupati Rudy Susmanto, Siapkan Pelantikan Akbar
PROF. DR. HAMIDAH ABDULRACHMAN, S.H., M.HUM RESMI DIANGKAT SEBAGAI KETUA DEWAN KEHORMATAN PROFESI WOMEN LAWYER CLUB
Keluarga Besar WLC Lawyer Club Maluku Utara Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Putra Terbaik Bangsa Wakil Presiden RI Ke-6 Bapak Jenderal TNI purn Try Sutrisno.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:17 WIB

Perempuan Tangguh Lulusan Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Dwi Kartika Aprillia, S.H., Diamanahkan Memimpin WLC DPC Banyumas

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:10 WIB

Perempuan Tangguh dan Advokat Profesional, Dini Supartini, S.H., Ditunjuk sebagai Ketua DPC WLC Kabupaten Pasuruan

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:07 WIB

Bus Angkutan Pegawai di Kabupaten Bogor Dikeluhkan, Diduga Ada Penarikan Iuran Operasional

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:37 WIB

Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Jepara Jawa Tengah Kembali Mencuat, APH Jangan Tutup Mata

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:26 WIB

Mengenal Sosok Siti Sopiah, Advokat Perempuan yang Konsisten Perjuangkan Keadilan

Berita Terbaru