Jakarta | BAPERS. ID – Ketergantungan Indonesia pada energi fosil masih tinggi, dengan sekitar 81% listrik berasal dari bahan bakar fosil, sementara potensi EBT mencapai ±419 GW yang belum termanfaatkan optimal. Di tengah kenaikan permintaan energi dan tuntutan penurunan emisi, Indonesia menghadapi trilema energi: ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.
Sebagai lokomotif energi nasional, PT Pertamina (Persero) menegaskan perannya bukan hanya menjaga ketahanan energi, tetapi juga menyiapkan generasi muda untuk menjawab tantangan tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui pelantikan lebih dari 1.400 mahasiswa baru Universitas Pertamina (UPER) dari berbagai program sarjana, magister, dan kelas karyawan—yang terpilih dari lebih dari 53 ribu pendaftar, di kegiatan Pelantikan dan Orientasi Pengenalan Universitas Pertamina di GOR Arena Simprug, Jakarta, 15 September 2025.

Baca Juga:
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor.
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Pada Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menekankan bahwa keberlanjutan adalah keharusan strategis dan pelantikan menjadi tonggak bagi mahasiswa baru untuk mengambil peran dalam transisi energi.
“Generasi muda—khususnya Gen Z—berhadapan langsung dengan realitas energi hari ini: kebutuhan terus naik, harga harus terjangkau, dan emisi harus turun. Sejak hari pertama perkuliahan, mahasiswa diarahkan menjadi bagian dari solusi—membangun karakter, etos integritas, dan kapasitas ilmiah untuk menyeimbangkan trilema energi. Mahasiswa harus adaptif, inovatif, kreatif, dan berintegritas, karena keputusan yang diambil akan menentukan laju transisi menuju energi yang bersih, tangguh, dan adil bagi Indonesia,” ujar Mochamad Iriawan.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan perlunya transformasi dan inovasi agar trilema energi dapat dijawab tanpa mengorbankan keberlanjutan. Ia menempatkan UPER sebagai penghasil talenta dan pusat riset yang selaras dengan kebutuhan industri energi masa depan.
“UPER harus menjadi tailor factory yang menyiapkan talenta sesuai kebutuhan industri sekaligus memperkuat riset *seperti bioenergi, CCS, hidrogen dan bisnis energi masa depan*. Implementasinya lewat kurikulum berbasis proyek, magang berjenjang di ekosistem Pertamina, serta laboratorium bersama industri agar lulusan menguasai rantai nilai hulu–hilir migas. Riset juga ditargetkan naik kelas, sehingga siap dihilirkan sebagai solusi rendah karbon,” kata Oki Muraza.
Baca Juga:
DPK KNPI Sukaraja Matangkan Persiapan Pelantikan, Maulana: Momentum Awal Pengabdian Pemuda
Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. menegaskan penguatan orkestrasi riset–industri di kampus agar lulusan siap memimpin transisi energi. Tahun ini, UPER menaikkan total nilai beasiswa 30% dibanding tahun sebelumnya melalui 10 skema yang didanai PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, dan para mitra—dengan skema penuh 100% atau parsial (potongan SPP).
Peningkatan beasiswa tersebut dipadukan dengan kurikulum berbasis proyek, program magang berjenjang di ekosistem Pertamina, serta penguatan inisiatif kampus hijau dan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Desa Barengkok, Jawa Barat, yang diharapkan agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga siap industri dan berdampak sosial.
“Dengan peningkatan akses pendidikan merata dan juga berkualitas, serta didukung oleh 11 Center of Excellence (CoE), UPER memusatkan riset lintas disiplin menjadi solusi yang siap diadopsi industri—dari validasi teknologi dan standar keselamatan hingga model bisnis. Target kami jelas: mahasiswa memimpin proyek nyata sejak dini, lulus dengan portofolio terukur serta jejaring industri yang kuat, dan membawa integritas, adaptivitas, serta kolaborasi untuk menuntun transisi energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan,” ungkap Prof Wawan Gunawan
Irawan
Baca Juga:
Diduga Minim Transparansi, Proyek Drainase di Dusun 04 Desa Lais Disorot Warga
Ubah Air Gambut Jadi Sumber Air Bersih, Mahasiswa UPER Rancang Instalasi Air Bersih Skala Komunal
Advokat Kang Deden Resmi Jabat Pengurus DEKOPINDA Kabupaten Bogor di Hari Koperasi ke-79
Penulis : irawan







