Praktisi Pertanian Adytia DJ Kenalkan SOP Swadaya Petani Indonesia (SPI) kepada Petani Bekasi untuk Hasil Maksimal 10-12 Ton/Hektar

- Pewarta

Selasa, 28 Januari 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kabupaten Bekasi | BAPERS.ID 
Praktisi pertanian Adytia DJ, yang juga Ketua Yayasan Swadaya Petani Indonesia (SPI), pemilik akun tiktok yang sedang viral, @praktisi.oraumum99 terus bergerak dan memberikan edukasi pada masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) SPI, agar Petani Kabupaten Bekasi, bisa memaksimalkan hasil panen nya dengan capaian 10-12 ton/hektar. 28/1/2025.

Senin (27/1), Kang Adit, panggilan akrab Adytia di temani Mohammad Romli, Kordinator SPI Bekasi, menghadiri undangan silaturahmi dari pegiat Sosial dan Pemberdayaan Kabupaten Bekasi, Bu Nur Azizah, melalui pak Babinsa, Sertu Munadi untuk sharing pertanian di kediaman PPL Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Pak Sadih, Kampung Wangkal Cikarang, yang di hadiri juga perwakilan komunitas melonesia, Kang Hafidz.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Adit, memaparkan konsep
SOP di SPI, itu sederhana..
1. Restorasi lahan atau perbaikan tingkat kesuburan lahan.
2. Keseimbangan antara Pupuk Makro dan Mikro
3. Imunitas tanaman padi atau Daya tahan tanaman dari Hama dan Penyakit
Jika 3 hal ini di lakukan dengan mengikuti standar yang di tetapkan, target 10-12 ton/hektar hasil panen padi, 99 % akan tercapai. Contohnya di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, saat Masa Tanam 1, rata² 11 ton/hektar.

“Selama ini, petani kita, tahunya keberhasilan pertanian, hanya pada pupuk, itupun hanya pupuk makro, seperti di pupuk orea NPK. Tetapi mereka melupakan pupuk Mikronya. Alhasil, tanaman padi, hasilnya tidak maksimal ” Urainya.

Hal ini di aminkan PPL Desa, pak Sadih. “Petani tidak paham tentang PH, hingga sampa saat ini, tidak pernah menganggarkan dana untuk perawatan tanah.”

Diskusi yang berjalan sangat hangat, dan penyampaian yang logis, sehingga semua sepakat, siap bergabung bersama SPI, dengan harapan yang sama hasil panen 10-12 ton.

“Kami mengajak para petani dan pecinta pertanian untuk di agendakan mengundang Praktisi SPI, Kita bisa bersama sharing dan diskusi. Dan itu gratis.” Papar Romli. “Kumpulkan aja 5-10 orang, insya Allah nanti kita datang untuk menyampaikan edukasi pertanian.” Tambahnya.
Bisa menghubungi nomor 081513336985.

( Rudi )

Penulis : Rudy

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru