Redaksi Berkisah
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abu al-Ash bin Rabi
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Rubrik Mata PenaNews kembali hadir menyapa Anda dengan kisah-kisah inspiratif dari jejak-jejak cahaya sejarah Islam. Kisah yang tak hanya menuntun hati, tetapi juga membuka cakrawala hikmah dari perjalanan para sahabat mulia yang hidup berdampingan dengan Rasulullah SAW.
Kali ini, kami mengajak Anda menyelami kisah mengharukan dari seorang pria mulia Abu al-Ash bin Rabi. Menantunya Rasulullah SAW, suami dari Zainab binti Muhammad SAW, dan seorang pedagang jujur yang dikenal karena kesetiaan dan kejujurannya.
Di tengah derasnya arus pertentangan antara iman dan kekufuran pada masa awal Islam, Abu al-Ash sempat berada di persimpangan yang pelik. Ia belum memeluk Islam ketika sang istri, Zainab, dengan penuh keyakinan mengikuti jejak sang ayah, Rasulullah SAW. Namun cinta yang murni dan kesetiaan yang tinggi membuatnya tetap menjaga hubungan suami-istri meskipun berbeda keyakinan—sebuah sikap yang mencerminkan keluhuran akhlaknya.
Baca Juga:
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
Puluhan Karyawan CV Tredes Indonesia Mengadu ke Disnaker Jepara Terkait PHK Tanpa Pesangon
DPD NasDem Jepara Bekali Kader Pelatihan Rescue, Siap Sigap Hadapi Bencana
Kisah Abu al-Ash bin Rabi tak hanya menyentuh soal cinta, tetapi juga tentang kejujuran yang menggetarkan. Ketika ia tertawan oleh kaum Muslimin dalam Perang Badar, Zainab mengirimkan tebusan berupa kalung peninggalan ibunya, Khadijah binti Khuwailid. Melihat kalung itu, Rasulullah SAW terharu, lalu membebaskan Abu al-Ash dengan satu syarat: mengembalikan Zainab ke Madinah. Abu al-Ash memenuhi janjinya tanpa cela.
Bertahun kemudian, dalam satu perjalanan dagang, ia tertimpa peristiwa perampokan di jalan. Ia berhasil melarikan diri dan tiba di Madinah meminta perlindungan Rasulullah SAW. Pada akhirnya, ia pun memeluk Islam, dengan penuh keikhlasan dan keyakinan, lalu bersatu kembali dengan Zainab.
Kisah Abu al-Ash bin Rabi adalah tentang kesetiaan, kejujuran, dan hidayah yang datang di waktu yang indah. Sebuah pelajaran tentang bagaimana cinta dan integritas bisa berjalan seiring, dan bagaimana Allah SWT membimbing hati siapa pun yang tulus dalam langkahnya.
Semoga kisah ini menjadi lentera bagi kita semua dalam menjalani kehidupan, di tengah ujian, cinta, dan pilihan-pilihan yang harus kita tempuh.
Baca Juga:
KAPOLSEK MEGAMENDUNG SAMBANG DENGAN KEPALA DESA GADOG DI KANTOR DESA GADOG
Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan, Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas
BAPERSIPIL: Karakter Sipil Presiden Prabowo Jawab Tuduhan Militerisme
Salam hormat,
Tim Redaksi







