Pemkab Jepara Menerima Alokasi Dana Sebesar Rp81 Miliar dari Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi tahap II dan III Untuk Menangani 24 Daerah Irigasi

- Pewarta

Sabtu, 20 September 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara | BAPERS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menerima alokasi dana sebesar Rp81 miliar dari Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi tahap II dan III untuk menangani 24 daerah irigasi. Alokasi anggaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, menyampaikan bahwa meski ada 24 daerah irigasi yang ditangani, masih terdapat 834 jaringan irigasi lain yang membutuhkan perhatian. Oleh karena itu, Pemkab Jepara berharap dapat memperoleh alokasi tambahan dalam penanganan tahap IV pada 2026.

“Masih banyak jaringan irigasi yang kondisinya kurang memadai. Kami berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi kebutuhan Jepara pada tahap berikutnya,” ujar Mas Wiwit dalam keterangan resminya, Sabtu (20/9/2025).

Selain irigasi, Mas Wiwit juga mengangkat persoalan abrasi pantai dalam audiensi dengan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dwi Purwanto, di Jakarta. Dirjen SDA menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan Pemkab Jepara dan memasukkan program penanganan abrasi pantai di wilayah pesisir Jepara ke dalam perencanaan tahun 2026.

Sebelumnya, Mas Wiwit juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, guna membahas tindak lanjut usulan pembangunan infrastruktur lain di Jepara. Beberapa di antaranya mencakup pembangunan jalan, penyediaan air minum, perbaikan sanitasi, serta peningkatan jaringan irigasi.

Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Jepara optimistis dapat memperkuat sektor infrastruktur, khususnya di bidang pertanian dan pengendalian abrasi, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Detail Alokasi Dana:

– *Jumlah Alokasi*: Rp81 miliar
– *Tahap*: Inpres Irigasi tahap II dan III
– *Jumlah Daerah Irigasi*: 24 daerah irigasi

Tantangan ke Depan:

– *Jaringan Irigasi yang Belum Tertangani*: 834 jaringan irigasi lain membutuhkan perhatian
– *Abrasi Pantai*: persoalan abrasi pantai yang memerlukan penanganan pada 2026

Yuda

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru