Longsor Terjang Jepara, Badan Jalan Amblas 50 Meter, Ribuan Warga Desa Tempur Terisolasi

- Pewarta

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara | BAPERS.ID 
Bencana longsor besar melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, menyebabkan akses jalan terputus total dan membuat 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) terisolasi sejak Jumat (9/1/2026). Hingga Minggu (11/1/2026), upaya pembukaan jalur masih terkendala cuaca ekstrem dan ancaman longsor susulan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan hasil asesmen awal mencatat 18 titik longsor dengan tingkat kerusakan berat hingga kritis. Longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.

“Sehingga menyebabkan akses keluar-masuk Desa Tempur terputus total,” ujar Arwin.

Titik longsor terparah berada di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”, di mana badan jalan hilang sepanjang sekitar 50 meter setelah tergerus derasnya aliran Sungai Gelis. Selain itu, kondisi kritis juga terjadi di Jembatan Mbah Sujak, dengan badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat perubahan aliran sungai.

BPBD Jepara telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional (alkon) hingga pengerahan alat berat berupa ekskavator. Namun, hingga saat ini akses jalan utama belum berhasil dibuka.

“Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, namun belum tuntas karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat,” imbuh Arwin.

Berdasarkan pantauan langsung awak media BAPERS.id di lapangan, kondisi di lokasi longsor sangat memprihatinkan. Jalan utama benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Di lokasi jalan amblas, tampak jurang terbuka dengan aliran sungai deras di bawahnya, sementara material longsor berupa tanah dan batu besar masih terus berjatuhan dari tebing, terutama saat hujan turun.

Sejumlah warga terlihat hanya bisa beraktivitas terbatas dan memilih bertahan di rumah masing-masing. Distribusi logistik, layanan kesehatan, serta akses pendidikan dilaporkan mulai terganggu akibat terisolasinya wilayah tersebut. Warga berharap penanganan darurat segera dipercepat agar jalur penghubung dapat segera difungsikan kembali.

Proses penanganan di lapangan masih menghadapi tantangan serius, terutama cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan serta material batu berukuran besar yang menyulitkan proses evakuasi dan pembersihan.

Agus

Penulis : Agus

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru