Jakarta | BAPERS.ID – Penjualan komputer (PC) di tahun 2026 lesu . Hal ini dipicu kekhawatiran bahwa chip memori yang diprediksi akan langka, sehingga menjadi tantangan bagi pasar elektronik di tahun 2026.
Sepanjang tahun 2025, terjadi lonjakan pembelian terhadap komputer. Rata-rata konsumennya masyarakat dan pelaku industri.
Mereka bersiap karena mungkin harganya akan naik di tahun ini, mulai dari PC, ponsel pintar, hingga peralatan elektronik untuk rumah tangga.jelas Ridwan Rivai selaku ketua IT kadin jakarta selatan,Jumat (13 Maret 2026).
Permintaan terhadap chip meningkat tajam karena pesatnya adopsi teknologi AI. Produsen semikonduktor kini memprioritaskan produksi High Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan AI, sehingga pasokan chip konvensional bagi perangkat elektronik konsumen menjadi terbatas.
kenaikan harga memory (RAM) memang berdampak langsung ke penjualan unit laptop / PC. Dampaknya bisa dilihat di beberapa sisi berikut:
Ketika harga RAM naik, biaya produksi laptop juga ikut naik karena RAM adalah salah satu komponen utama.
• Porsi biaya komponen seperti RAM + SSD + CPU dalam laptop bisa naik dari sekitar 45% menjadi hampir 58% dari total biaya produksi.
• Analis memperkirakan harga laptop mainstream bisa naik sampai ~40% jika semua kenaikan komponen diteruskan ke konsumen. Terangnya dengan jelas.
Baca Juga:
Bus Angkutan Pegawai di Kabupaten Bogor Dikeluhkan, Diduga Ada Penarikan Iuran Operasional
Contoh:
• Laptop yang sebelumnya $900 (~Rp.15 juta) bisa naik menjadi sekitar $1.200+ (~Rp.20 juta) jika margin produsen tetap.
Ketika harga perangkat naik, biasanya permintaan turun.
• Konsultan industri memperkirakan pengiriman global PC (desktop + laptop) bisa turun sekitar 12% akibat harga komponen memori yang mahal.
• Perangkat murah paling terdampak: unit di bawah $500 bisa turun sampai 28%.
Alasannya:
• Konsumen menunda upgrade
• Perusahaan memperpanjang masa pakai laptop lama
• Budget device jadi tidak menarik lagi
Karena komponen mahal, produsen biasanya mengubah strategi:
• Fokus ke laptop premium / high-margin
• Mengurangi model murah
• Menambah fitur AI / performa agar harga tinggi tetap “masuk akal”
Baca Juga:
Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Jepara Jawa Tengah Kembali Mencuat, APH Jangan Tutup Mata
Mengenal Sosok Siti Sopiah, Advokat Perempuan yang Konsisten Perjuangkan Keadilan
KNPI Kabupaten Bogor Audiensi dengan Bupati Rudy Susmanto, Siapkan Pelantikan Akbar
Ini menyebabkan ASP (average selling price) laptop naik, walaupun unit yang terjual bisa turun.
Beberapa faktor utama:
• Permintaan AI dan data center menyerap banyak DRAM dan HBM.
• Produksi dialihkan ke memory untuk AI server.
• Transisi teknologi DDR4 → DDR5 yang lebih mahal.
Akibatnya stok RAM untuk laptop dan PC konsumen menjadi lebih terbatas.
Kondisi tersebut membuat harga komponen naik signifikan. Pabrikan perangkat elektronik pun dihadapkan pada pilihan sulit, yakni menaikkan harga jual atau mempertahankan harga dengan spesifikasi perangkat yang relatif stagnan.jelanya.
Jls






