Hadapi Krisis Global, UPER melalui ICONIC-RS 2025 Soroti Kolaborasi untuk Ketahanan Global

- Pewarta

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | BAPERS.ID- Menurut World Meteorological Organization (WMO), selama 30 tahun terakhir (1970–2021) tercatat hampir 12.000 kejadian bahaya terkait cuaca, iklim, dan air di seluruh dunia. Sebagian besar di antaranya berupa badai, banjir, dan gelombang panas yang berdampak luas terhadap kehidupan manusia dan perekonomian global. Ironinya, jumlah populasi yang tinggal di wilayah rawan bencana justru terus meningkat. Data World Bank mencatat sekitar 1,81 miliar orang, atau 23% populasi dunia, tinggal di kawasan berisiko tinggi terhadap banjir, sementara jutaan lainnya terpapar risiko kekeringan, badai tropis, dan kenaikan permukaan laut.

Kondisi ini menegaskan bahwa tantangan ketahanan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga sosial dan perilaku, bergantung pada kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan. Kesadaran akan kompleksitas inilah yang mendorong Universitas Pertamina (UPER) menyelenggarakan The 4th International Conference on Contemporary Risk Studies (ICONIC-RS) 2025 bertema “Navigating Global Risk: Advancing Economic Resilience, Environmental Sustainability, and Energy Security,” sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin untuk merumuskan strategi adaptif menghadapi risiko global dan memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, serta lingkungan.

Dalam sesi panel, Prof. Yuri Mansury dari Illinois Institute of Technology, Amerika Serikat, menekankan bahwa ketahanan terhadap bencana berawal dari kemampuan adaptasi masyarakat.

“Ketahanan risiko berawal dari kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang dinamis. Hal ini dapat diwujudkan melalui diversifikasi mata pencaharian, penerapan metode ramah lingkungan, serta pencegahan pembakaran lahan untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan energi,” jelasnya.

Melanjutkan pandangan tentang adaptasi sosial, Prof. Kenta Kishi dari Akita University, Jepang, menyoroti pentingnya perencanaan tata ruang dan desain arsitektur yang tangguh terhadap bencana.

“Wilayah Asia, termasuk Jepang dan Indonesia, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa dan erupsi. Karena itu, kekuatan bangunan tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menjadi bagian penting dari mitigasi risiko. Penggunaan bahan ramah lingkungan dan teknologi responsif bencana menjadi langkah menuju arsitektur berkelanjutan,” ujarnya.

Dari perspektif ekonomi, Muhammad Rifq, Spesialis Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menjelaskan bahwa ketahanan juga perlu dibangun melalui sistem keuangan yang tangguh. Setelah adaptasi manusia dan ruang fisik, ia menekankan bahwa risiko global tidak hanya bersumber dari bencana alam, tetapi juga dari konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi yang dapat mengguncang stabilitas ekonomi.

“Krisis di satu wilayah dapat memengaruhi sistem keuangan global. Karena itu, penguatan sektor keuangan dan manajemen risiko menjadi fondasi penting menjaga ketahanan ekonomi nasional,” paparnya.

Melanjutkan kaitan antara ketahanan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, Gigih Udi Atmo, Ph.D., Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, menegaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan strategi utama menghadapi krisis iklim sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kolaborasi lintas sektor dalam transisi energi dapat mendorong investasi hijau, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan produksi EBT hingga 3.600 GW guna mendukung target net zero emission 2060,” ujarnya.

Rangkaian pandangan tersebut menggambarkan satu kesimpulan penting: ketahanan global hanya dapat terwujud melalui pendekatan multidisipliner. Adaptasi sosial, inovasi arsitektur, stabilitas ekonomi, dan transformasi energi harus berjalan beriringan sebagai satu kesatuan sistem. Melalui ICONIC-RS 2025, Universitas Pertamina (UPER) memperkuat perannya sebagai penghubung antara riset akademik, kebijakan publik, dan tindakan nyata dalam menghadapi risiko lingkungan dan ekonomi dunia.

Berita Terkait

Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan
PWRI Bogor Raya Mantapkan Langkah: Rohmat Selamat Tegaskan Era Baru Organisasi yang Solid dan Profesional
Proyek Drainase Jalan Ali Gatmir Disorot: Kualitas dan Transparansi Dipertanyakan, Wartawan Klaim Dapat Intimidasi
Perkuat Industri Berkelanjutan, UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:18 WIB

Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar dipertanyakan, 4 bulan tak jelas: Camat Martapura Dikecam Karena dinilai Lamban beri Penjelasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:23 WIB

PWRI Bogor Raya Mantapkan Langkah: Rohmat Selamat Tegaskan Era Baru Organisasi yang Solid dan Profesional

Berita Terbaru

Kabupaten Bogor

Senin, 7 Sep 2026 - 16:33 WIB