Cegah Cyberbullying, Dosen dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Gelar Pelatihan Etika Digital di SMK Kesuma Bangsa 2 Depok

- Pewarta

Sabtu, 11 April 2026 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK |  BAPERS.ID – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Pamulang

Sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi di SMK Kesuma Bangsa 2, Kota Depok, pada Kamis, 9 April 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Etika Komunikasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Cyberbullying Pada Siswa SMK di Era Media Sosial” ini secara khusus menyasar 39 siswa kelas XII dari Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh tingginya penetrasi media digital di kalangan pelajar yang sayangnya kerap kali tidak dibarengi dengan kematangan literasi etika komunikasi (soft skills)

Kondisi ini memicu rentannya praktik perundungan siber (cyberbullying), di mana tindakan agresif seperti body shaming, penyebaran privasi, hingga pengucilan di dalam grup obrolan sering dinormalisasi oleh siswa sebagai sekadar “candaan” biasa.

Menanggapi fenomena yang memprihatinkan tersebut, Ketua PKM, Rofian Dedi Susanto, S.K.Pm., M.I.Kom., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wahana untuk secara nyata melaksanakan Tri Darma Pendidikan Kampus guna mengabdi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.”

Tema cyberbullying diambil karena masih banyak remaja yang menganggap body shaming atau hinaan itu sebagai hal lumrah untuk bercanda,” ungkap Rofian.

Dalam pelaksanaannya, edukasi yang diberikan tidak menggunakan metode ceramah konvensional, melainkan menerapkan pendekatan komunikasi partisipatif (participatory communication approach) di mana siswa diposisikan sebagai subjek aktif.

Sesi inti diisi dengan membedah spesimen kasus nyata dalam Focus Group, dilanjutkan dengan simulasi bermain peran (role-play) komunikasi empatik.

Melalui simulasi tersebut, siswa dilatih untuk merumuskan kalimat asertif sehingga mereka mampu bergeser dari sekadar penonton pasif (bystander) menjadi pembela yang aktif dan berani (upstander).

Terkait sasaran afektif dari metode ini, Dosen Anggota Pengabdi, Sri Lindawati, S.K.Pm., M.Si., berharap kegiatan ini bisa memberikan kesadaran pada siswa untuk menghentikan cyberbullying dan bisa menjadi penolong teman ketika mendapat perlakuan cyberbullying di ruang digital.

Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa SMK, tetapi juga memberikan ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi mahasiswa

Pendamping yang turut menyupervisi kegiatan. Mahasiswa Anggota Pengabdi, Naufal Rakha Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam mempraktekkan ilmu komunikasi yang dipelajari di kampus.

Senada dengan pernyataan tersebut, Mahasiswa Anggota Pengabdi lainnya, Syaluna Khaililla, mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan ini karena merupakan pengalaman berharga dalam bersosialisasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Program PKM ini terbukti memberikan dampak kognitif yang terukur secara nyata. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi lonjakan signifikan pada rata-rata nilai pemahaman literasi etika digital siswa, yakni dari skor awal 55 pada saat pre-test melesat menjadi 88 pada saat post-test.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, di akhir kegiatan sebanyak 39 siswa peserta resmi dikukuhkan sebagai “Duta Digital”.

Mereka kini mengemban tanggung jawab moral untuk mempraktikkan keterampilan upstander dan menjaga iklim komunikasi yang sehat, empatik, serta bebas perundungan di lingkungan SMK Kesuma Bangsa 2 Depok.

Red

Berita Terkait

MUTIARA HIKMAH BES: JANGAN HANYA MENGHITUNG HARI, SIAPKAN BEKAL UNTUK HARI ESOK
Jemput Bendera Pusaka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Pahlawan
Tasyakuran dan Peresmian Kantor Cabang Mata Pena Group Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
VIRAL! Gedung RS Sukajadi Rusak Parah, Anggaran Pemeliharaan Rutin Mengalir, Uang Negara Dipakai untuk Apa?
Diduga Peredaran Narkoba di Desa Karang Agung Disertai Ancaman Sajam, Warga Minta Polda Sumsel Bertindak
Wisuda STAI Sirojul Falah Bogor Kukuhkan Sarjana dan Magister PAI, Siap Mengabdi untuk Umat dan Bangsa
DIDUGA PENYIMPANGAN PEKERJAAN JALAN RABAT BETON DI DESA WAYHALOM, WARGA MINTA INSPEKTORAT DAN APH LAKUKAN PEMERIKSAAN
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:36 WIB

MUTIARA HIKMAH BES: JANGAN HANYA MENGHITUNG HARI, SIAPKAN BEKAL UNTUK HARI ESOK

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Jemput Bendera Pusaka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Pahlawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Tasyakuran dan Peresmian Kantor Cabang Mata Pena Group Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:35 WIB

VIRAL! Gedung RS Sukajadi Rusak Parah, Anggaran Pemeliharaan Rutin Mengalir, Uang Negara Dipakai untuk Apa?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Diduga Peredaran Narkoba di Desa Karang Agung Disertai Ancaman Sajam, Warga Minta Polda Sumsel Bertindak

Berita Terbaru