Bupati Bogor Rudy Susmanto Luncurkan Bus Listrik, Dorong Transportasi Publik Ramah Lingkungan

- Pewarta

Minggu, 5 April 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIBINONG, BAPERS.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi meluncurkan layanan bus listrik sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik ramah lingkungan bagi masyarakat. Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam momentum kegiatan Car Free Day di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Ahad (5/4/26)

Rudy Susmanto menjelaskan, kehadiran bus listrik ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung program pemerintah pusat untuk menghemat energi serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

“Bus listrik ini seratus persen menggunakan tenaga listrik dan seratus persen gratis bagi masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan langkah awal kita untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Pada tahap awal, Pemkab Bogor mengoperasikan empat unit bus listrik yang sedang menjalani masa uji coba. Jika mendapat respons positif dari masyarakat, jumlah armada akan ditambah dan dioperasikan secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Rute awal layanan bus listrik tersebut menghubungkan kawasan Bojonggede menuju Sentul City dengan beberapa titik pemberhentian strategis, diantaranya AEON Sentul dan Halte TransJakarta di kawasan Sirkuit Sentul.

Rute tersebut dipilih karena tingginya mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede yang mencapai sekitar 50 ribu pengguna setiap harinya. Banyak diantaranya merupakan pekerja yang berangkat dan pulang dari Jakarta menggunakan KRL.

Melalui layanan bus listrik ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede diharapkan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sentul dan sekitarnya.

“Dengan adanya bus ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi karena pemerintah sudah menyiapkan transportasi lanjutan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Masa uji coba bus listrik direncanakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Apabila antusiasme masyarakat tinggi, Pemkab Bogor berencana menambah jumlah armada serta memperluas rute layanan ke sejumlah wilayah lain.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah mengkaji pengembangan transportasi wisata berbasis ramah lingkungan berupa bus tingkat atau double decker dengan atap terbuka yang direncanakan melayani rute dari Cibinong hingga kawasan Puncak.

Rudy Susmanto berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi awal transformasi sistem transportasi di Kabupaten Bogor menuju konsep mobilitas yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui transportasi publik yang ramah lingkungan, kita ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus menjaga kualitas udara di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(dkr)

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru