BANYUASIN | BAPERS.ID – Kekecewaan mendalam dirasakan masyarakat Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Warga Desa Karang Sari (Primer 10), Primer 11, hingga Desa Tabala Jaya (Primer 12) mempertanyakan realisasi janji pembangunan jalan yang, menurut mereka, pernah disampaikan Bupati Banyuasin Askolani saat kampanye Pilkada 2024.
Menurut warga, saat itu Askolani berkomitmen akan membangun dan memperbaiki ruas jalan penghubung Karang Sari Primer 10 hingga Tabala Jaya Primer 12 apabila kembali dipercaya memimpin Banyuasin untuk periode 2025–2030.
Namun, hingga pertengahan 2026, masyarakat mengaku belum melihat adanya pekerjaan pembangunan maupun perbaikan di ruas jalan tersebut.
“Kami memilih karena percaya dengan janji itu. Sampai hari ini jalan tetap rusak. Tidak ada alat berat, tidak ada pembangunan, bahkan kami belum melihat adanya tanda-tanda pekerjaan,” ungkap sejumlah warga kepada bapers.id
Baca Juga:
Mensesneg: Presiden Prabowo Panggil Jaksa Agung Hingga Kapolri, Ingin Laporan Situasi Terkini
Presiden Prabowo Nyampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Kondisi jalan yang rusak telah berlangsung bertahun-tahun dan semakin menyulitkan aktivitas masyarakat. Saat musim kemarau, debu tebal menyelimuti permukiman dan mengganggu kesehatan warga. Sebaliknya, ketika musim hujan, badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan.
Bagi masyarakat, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalur utama penggerak perekonomian desa. Seluruh aktivitas, mulai dari mengangkut hasil panen, mengantar anak ke sekolah, hingga membawa warga yang sakit menuju fasilitas kesehatan bergantung pada akses jalan tersebut.
“Jalan ini urat nadi kehidupan kami. Kalau jalan rusak, ekonomi ikut lumpuh. Anak-anak sekolah kesulitan, hasil panen terlambat dijual, bahkan warga yang sakit sering kesulitan mendapatkan pertolongan,” ujar warga.
Masyarakat menilai sudah hampir dua tahun memasuki periode kedua kepemimpinan Bupati Banyuasin, namun belum ada perubahan yang dirasakan terkait kondisi jalan tersebut.
Karena itu, warga menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin:
Baca Juga:
Kapolda Sumsel Silaturahmi ke Kejati, SumSel untuk Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Sumsel
Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Gudang Penampungan CPO di Banyuasin Jadi Sorotan Warga
Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina
Segera merealisasikan pembangunan Jalan Karang Sari Primer 10 hingga Tabala Jaya Primer 12 melalui pengaspalan maupun pengecoran beton.
Menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai alasan belum terealisasinya pembangunan yang sebelumnya dijanjikan.
Memberikan kepastian waktu pelaksanaan agar masyarakat tidak terus menunggu tanpa kejelasan.
“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya meminta pemerintah menepati komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat. Jangan sampai kepercayaan rakyat hanya dibutuhkan saat pemilu, tetapi setelah itu aspirasi kami dilupakan,” tegas warga.
Baca Juga:
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin segera turun langsung meninjau kondisi jalan dan menetapkan langkah konkret untuk memperbaiki akses yang menjadi kebutuhan vital ribuan warga di Kecamatan Karang Agung Ilir.
Hingga berita ini diterbitkan, Mata Pena News masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Bupati Banyuasin Askolani maupun Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin terkait aspirasi masyarakat dan rencana penanganan ruas jalan Karang Sari Primer 10–Tabala Jaya Primer 12. Tanggapan pemerintah akan dimuat sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
Reporter: M.Budy







