DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

- Pewarta

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR ,BAPERS.ID – Rakyat hari ini tidak lagi bertanya “apa kerja DPR?” Rakyat sudah sampai pada kesimpulan pahit: DPR bukan lagi membela rakyat, tapi menekan rakyat lewat pajak.

Setiap kali APBN jebol, jurus yang keluar selalu sama: naikkan PPN, tambah objek pajak, kejar UMKM, uber pekerja. Seolah dompet rakyat adalah ATM negara yang tak pernah kosong. Padahal mandat konstitusi jelas: DPR itu pengawas, pengontrol, penyambung lidah rakyat. Bukan debt collector.

Aneh. Untuk rakyat kecil, negara begitu galak. Telat bayar pajak 2 juta dikejar sampai ke warung. Tapi untuk koruptor kelas kakap, DPR mendadak senyap. Ratusan triliun uang hasil korupsi parkir manis di Singapura. Dana itu cukup untuk biayai makan gratis 10 tahun tanpa utang. Kenapa tidak ada Pansus Khusus Repatriasi Aset? Kenapa tidak ada UU Perampasan Aset yang digeber dalam 1 minggu?

Lebih aneh lagi. Jalur dagang kita masih “dijajah” Singapura. Barang ekspor kita muter dulu ke Singapura, baru balik ke Indonesia dengan harga 3 kali lipat. Transfer pricing, hub-hub dagang, semua merugikan neraca negara. Ini bukan rahasia. Data Bea Cukai dan BPK sudah teriak-teriak. Tapi DPR? Sibuk rapat bahas kenaikan tunjangan dan renovasi gedung.

Yang paling melukai logika publik adalah tax algorithm hari ini. Sistem pajak kita seperti algoritma yang dirancang untuk merampok yang taat dan membiarkan yang licik. Pengusaha UMKM dipajaki omzet padahal belum tentu untung. Karyawan gajinya dipotong otomatis. Sementara para crazy rich bisa atur pajak lewat trust fund, lewat negara suaka pajak, lewat celah tax treaty. Algoritma pajak kita hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

DPR harus ingat 3 hal sebelum mengetok pajak baru:

 

1. Tekan Koruptor, Bukan Rakyat

Panggil Menkeu, Jaksa Agung, KPK. Bentuk Pansus Perampasan Aset. Kejar dana WNI di Singapura lewat automatic exchange of information. Itu uang rakyat. Ambil dulu yang dirampok, baru bicara pajak baru.

 

2. Stop Perdagangan Lewat Singapura yang Merugikan

DPR wajib panggil Mendag dan Kepala BKPM. Bongkar supply chain yang bikin kita bayar mahal untuk barang sendiri. Cabut insentif untuk perusahaan yang sengaja booking profit di Singapura. Kedaulatan ekonomi dimulai dari kedaulatan jalur dagang.

 

3. Rombak Tax Algorithm yang Tidak Adil

Hentikan pajak berbasis omzet untuk UMKM di bawah 10M. Terapkan tax amnesty jilid 2 khusus untuk repatriasi dana dari Singapura dengan syarat: 50% masuk ke SBN pembangunan. Pajak harus progresif, bukan represif. Yang kuat memikul lebih berat, bukan yang kecil dicekik.

 

DPR, kalian dipilih bukan untuk jadi kasir negara. Kalian dipilih untuk melawan ketidakadilan fiskal. Kalau hari ini kerja kalian hanya mengesahkan tarif pajak baru tanpa berani melawan koruptor dan mafia dagang, maka rakyat berhak bertanya: kalian sebenarnya wakil siapa?

 

Pajak itu kontrak sosial. Rakyat bayar, negara melindungi. Tapi kalau rakyat bayar sementara koruptor dilindungi dan jalur dagang dikuasai asing, maka kontrak itu batal demi hukum. Dan rakyat punya hak konstitusional untuk menggugat wakilnya sendiri.

 

Cukup. Jangan rampok rakyat atas nama negara, sementara rampokan triliunan kalian biarkan tidur nyenyak di Singapura.

 

#) Praktisi Hukum/Dosen

Berita Terkait

Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak
Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON
Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina
VIRAL!,DIDUGA ABAIKAN MUTU DAN TRANSPARANSI, PROYEK DRAINASE DI KALIDONI JADI SOROTAN WARGA
Kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade, Pemkab Bogor Kembali Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
SMKN 1 Bojonggede Perkuat Posisi sebagai Sekolah Vokasi Favorit, Pendaftar Capai 1.571 Orang
Mutiara Hikmah BES: Burung, Rezeki, dan Hati Nurani sebagai Bukti Kekuasaan Allah
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:06 WIB

Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33 WIB

Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:27 WIB

Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina

Berita Terbaru

Jawa Barat

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Jun 2026 - 17:53 WIB

NASIONAL

Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 15:06 WIB