Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Jepara Jawa Tengah Kembali Mencuat, APH Jangan Tutup Mata

- Pewarta

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara | BAPERS.ID Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai distribusi solar subsidi di lapangan masih berpotensi tidak tepat sasaran dan membutuhkan pengawasan yang lebih ketat dari pihak berwenang.

Seorang warga Jepara berinisial AR mengungkapkan bahwa solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan, petani, dan masyarakat kecil diduga turut dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

“Pengambilan solar subsidi secara tidak semestinya masih sering terlihat di lapangan. Harapannya ada pengawasan yang lebih serius dari pihak terkait,” ujar AR, yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan.

Menurut AR, kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai praktik yang diduga menyimpang dari tujuan subsidi tersebut seharusnya mendapat perhatian lebih dari aparat maupun instansi terkait.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana kebijakan atau surat edaran yang telah dikeluarkan benar-benar diterapkan dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
“Kadang masyarakat bertanya-tanya, apakah aturan yang ada benar-benar diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Solar subsidi merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu kelompok masyarakat tertentu, seperti nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil, agar dapat memperoleh bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau untuk menunjang kegiatan ekonomi mereka.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran solar subsidi benar-benar tepat sasaran serta mencegah potensi penyalahgunaan.

Selain itu, warga juga meminta aparat penegak hukum segera bertindak jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi solar subsidi. Penegakan aturan secara tegas dan transparan dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan subsidi energi.

Yuda

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru