Prof. Eggi Sudjana: Indonesia Harus Teguh Bela Kedaulatan Negara Pasca Penangkapan Presiden Venezuela

- Pewarta

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bogor | BAPERS.ID – Akademisi dan pakar hukum tata negara Prof. Eggi Sudjana menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif

Menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya oleh Amerika Serikat.

Menurut Prof. Eggi, tindakan sepihak Amerika Serikat tersebut telah mengguncang tata hubungan internasional dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai penghormatan terhadap kedaulatan negara, hukum internasional,

Serta peran lembaga global seperti Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Penangkapan kepala negara asing secara sepihak, apa pun alasan hukumnya, berpotensi menjadi preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” ujar Prof. Eggi dalam pernyataan tertulisnya di Bogor, Selasa (6/1/2026)

Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh melepaskan diri dari warisan pemikiran Presiden pertama RI, Sukarno, yang meletakkan dasar politik luar negeri Indonesia sebagai bebas dan aktif, anti-penindasan, serta berpihak pada keadilan dunia.

Prof. Eggi mengingatkan pidato Bung Karno pada Konferensi Asia Afrika 1955 yang menegaskan bahwa kolonialisme belum mati, melainkan hadir dalam bentuk baru melalui kontrol ekonomi, politik, dan intelektual.

Menurutnya, kondisi tersebut masih relevan dengan situasi global saat ini, ketika negara kuat bertindak sepihak terhadap negara lain dengan mengabaikan mekanisme internasional.

“Indonesia tidak dituntut untuk membela individu atau rezim tertentu, tetapi harus konsisten membela prinsip kedaulatan negara, supremasi hukum internasional, dan penyelesaian damai,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa politik non-blok bukanlah sikap pasif, melainkan posisi bermartabat yang berpihak pada keadilan, bukan pada kekuatan Timur atau Barat.

Dalam konteks ini, Indonesia diminta tetap bersuara ketika terjadi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip keadilan global.

Prof. Eggi mengingatkan bahwa Bung Karno selalu memandang kedaulatan sebagai kehormatan bangsa. Jika praktik intervensi asing dibenarkan, lanjutnya, dunia berisiko kembali pada “hukum rimba” di mana negara kuat menentukan benar dan salah.

“Indonesia tidak harus menjadi negara adidaya militer, tetapi harus menjadi mercusuar moral dunia, sebagaimana dicita-citakan Bung Karno,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Eggi menyatakan bahwa selama Indonesia konsisten berpijak pada keadilan, kemanusiaan, dan kedaulatan, Indonesia akan tetap memiliki posisi terhormat dalam pergaulan internasional.

Red

Berita Terkait

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??
Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak
Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON
Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina
VIRAL!,DIDUGA ABAIKAN MUTU DAN TRANSPARANSI, PROYEK DRAINASE DI KALIDONI JADI SOROTAN WARGA
Kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade, Pemkab Bogor Kembali Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
Mutiara Hikmah BES: Burung, Rezeki, dan Hati Nurani sebagai Bukti Kekuasaan Allah
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:06 WIB

Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33 WIB

Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:27 WIB

Tak Sekadar Passion, Raditya Dika dan Rizky Arief Kupas Kunci Sukses Monetisasi Bisnis di Universitas Pertamina

Berita Terbaru

Jawa Barat

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Jun 2026 - 17:53 WIB

NASIONAL

Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 15:06 WIB