Sampah Pasar Bangsri Meluber, DLH Jepara Dinilai Lalai Tangani Persoalan Lingkungan

- Pewarta

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara  | BAPERS.ID- Kondisi tempat pembuangan sampah di Pasar Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memicu keluhan masyarakat. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke jalan bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Belum lama ini, seorang pengendara motor dilaporkan terjatuh saat melintasi area pasar yang dipenuhi sampah. Kejadian itu menimbulkan kemacetan dan menambah keresahan di kalangan warga serta pedagang pasar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara lamban dalam merespons persoalan tersebut.

“Kami sudah melapor ke pihak DLH, tapi belum ada penanganan nyata. Sampah terus menumpuk karena hanya ada satu kontainer di pasar ini,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengelolaan sampah di wilayah pasar tradisional, terutama dalam penyediaan sarana dan jadwal pengangkutan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH Jepara terkait langkah penanganan atau rencana penambahan kontainer di Pasar Bangsri.

Warga berharap DLH tidak hanya menunggu laporan, tetapi melakukan pemantauan rutin dan penanganan cepat di titik-titik yang kerap menimbulkan penumpukan sampah. Selain aspek kebersihan, keterlambatan penanganan juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta mencoreng wajah pasar rakyat sebagai pusat ekonomi daerah.

Yuda

Penulis : Yuda

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan
UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan
Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn
VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Dana Kelurahan Rp1,4 Miliar Terkatung-Katung Sejak April 2026, Klaim “Sesuai Prosedur” Tuai Tanda Tanya
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangka Atap Baja Ringan SD Negeri 155 Gandus Dipertanyakan, Anggaran Rp2,8 Miliar Disorot
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:06 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

Minggu, 13 September 2026 - 16:43 WIB

UPNVJ Dorong Pemberdayaan Masyarakat Baduy Luar melalui Empat Program Pengembangan

Minggu, 13 September 2026 - 14:38 WIB

Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

VIRAL! Dana BOS SDN 27 Rantau Bayur Rp270 Juta Selama Tiga Tahun Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan

Berita Terbaru