Pemkot Bentuk Satgas Terpadu untuk Evaluasi dan Monitoring
DEPOK | BAPERS.ID Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyukseskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto di Kota Depok. Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemerintah Kota Depok bersama unsur Forkopimda membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Evaluasi dan Monitoring MBG.
Kabag Ops Polres Metro Depok, AKBP Maulana Jali Karepesina, menjelaskan bahwa keberhasilan program pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, membutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antar pemangku kepentingan.
Baca Juga:
Kapolres Depok Datang ke Rumah Suderajat Tukang Es Gabus, Beri Hadiah Motor
Kolaborasi Riset UPER: Kembangkan AI untuk Akselerasi Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
“Cita-cita pembangunan hanya bisa terwujud jika seluruh pihak memiliki kesadaran kolektif untuk bekerja sama. Kolaborasi adalah kunci agar pelaksanaan tugas menjadi lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar AKBP Maulana kepada Radar Depok, Kamis (16/10).
Menurutnya, selama ini seluruh unsur di Kota Depok telah bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Namun, sinergitas tetap perlu diperkuat agar pelaksanaan program seperti MBG dapat berjalan lebih baik dan terukur.
Lebih lanjut, Maulana menyampaikan bahwa lintas sektor di Kota Depok secara rutin menggelar rapat koordinasi untuk melakukan evaluasi dan pemantauan program MBG. Hasil rapat terakhir menyepakati pembentukan Satgas Terpadu Evaluasi dan Monitoring MBG sebagai langkah konkret memperkuat pengawasan di lapangan.
“Satgas ini dibentuk agar pelaksanaan MBG di Depok dapat berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat, sekaligus mengantisipasi hal-hal tak terduga,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Metro Depok juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Kodim 0508/Depok, perwakilan SPPG se-Kota Depok, serta Korwil Badan Gizi Nasional (BGN). Selain pengawasan, para pihak juga aktif melakukan sosialisasi keamanan pangan dan gizi kepada petugas pelaksana program.
“Masing-masing lembaga memiliki peran penting. Pemkot Depok berfokus pada keamanan pangan, sementara Polres memastikan penerima program tepat sasaran. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis kejadian tidak diinginkan di daerah lain tidak akan terjadi di Depok,” tutur AKBP Maulana.
Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara gratis di sekolah-sekolah***
Baca Juga:
Puluhan Karyawan CV Tredes Indonesia Mengadu ke Disnaker Jepara Terkait PHK Tanpa Pesangon
DPD NasDem Jepara Bekali Kader Pelatihan Rescue, Siap Sigap Hadapi Bencana
KAPOLSEK MEGAMENDUNG SAMBANG DENGAN KEPALA DESA GADOG DI KANTOR DESA GADOG







