Jepara | BAPERS. ID – Peringatan Hari Tani Nasional 2025 menjadi momentum refleksi bagi Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Jepara. Ketua koperasi SPI Jawa Tengah, Yuda, menegaskan bahwa hingga hari ini kehidupan petani masih jauh dari kata sejahtera.
“Petani adalah tulang punggung bangsa. Dari keringat mereka, pangan untuk negeri ini terjaga. Namun, kenyataannya mereka masih menanggung beban berat,” ujar Yuda dalam pernyataan refleksinya, Selasa (24/9/2025).
Menurut Yuda, ada empat persoalan utama yang masih membelit petani di Jepara dan Indonesia pada umumnya:
Baca Juga:
Redaksi Berkisah, Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-28
Menhan Resmikan Masjid Bintang Amin Angkasa di Batam, Simbol Sinergi TNI dan Masyarakat
1. Pupuk mahal dan langka sehingga menyulitkan petani untuk berproduksi.
2. Harga panen yang jatuh, tidak sebanding dengan jerih payah petani.
3. Lahan pertanian yang makin sempit, sulit diakses dan rawan alih fungsi.
4. Kesejahteraan petani yang belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan.
Baca Juga:
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika Melakukan Sidak Ke Pasar Rakyat Cibinong
Yuda menekankan, Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa tanpa petani, negeri ini akan lapar. “Sudah saatnya pemerintah benar-benar berpihak pada petani, bukan hanya memberi ucapan selamat setiap 24 September,” tegasnya.
Dalam refleksi tersebut, SPI Jepara juga menyampaikan beberapa tuntutan, yakni:
Pupuk terjangkau dan mudah didapat.
Harga hasil panen yang adil.
Baca Juga:
Rudy Susmanto menghadirkan program Bazar Ramadan Istimewa
Ketua DPRD Kab. Bogor Sastra Winara : Mendukung Shalat Ied Di Laksanakan Di Stadion Pakansari Bogor
Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
Perlindungan serta distribusi lahan yang merata.
Peningkatan kesejahteraan petani secara nyata.
“Sejahtera petaninya, berdaulat pangannya, majulah Indonesia. Itulah semangat kami di Hari Tani Nasional ini,” pungkas Yuda.
Red







