Bogor | BAPERS.ID +Rencana revitalisasi Gedung Kesenian Kabupaten Bogor terhambat akibat perbedaan status kepemilikan aset antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ketua Pamong Budaya Bogor, Bambang Sumantri S.Sos, menjelaskan bahwa bangunan gedung tercatat sebagai aset milik Pemprov Jawa Barat, sementara lahan tempat gedung berdiri adalah milik Pemkab Bogor. Kondisi ini membuat Pemkab Bogor belum dapat menggunakan dana APBD untuk membiayai revitalisasi.

“Apabila ingin menggunakan APBD Kabupaten Bogor, maka keberadaan aset harus murni milik Kabupaten Bogor,” tegas Bambang, pada Selasa (16/9/2025) di Cibinong-
Ia menambahkan, untuk merealisasikan revitalisasi, kepemilikan aset—baik lahan maupun bangunan—perlu berada sepenuhnya di bawah Pemkab Bogor. Jika kepemilikan masih terbagi, aturan pengelolaan keuangan daerah tidak memungkinkan penggunaan APBD.
Baca Juga:
Kapolres Depok Datang ke Rumah Suderajat Tukang Es Gabus, Beri Hadiah Motor
Kolaborasi Riset UPER: Kembangkan AI untuk Akselerasi Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
Hingga kini, belum ada kepastian tindak lanjut terkait pengalihan aset tersebut. Masyarakat seni dan budaya Kabupaten Bogor berharap pemerintah segera menemukan solusi agar gedung kesenian dapat kembali menjadi ruang ekspresi dan aktivitas budaya daerah.
Rudy
Penulis : Rudy







