Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW – Abdullah bin Mas’ud, Sang Penjaga Al-Qur’an
Oleh: Rudi Irawan
Para pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Pada edisi kali ini, Redaksi menyajikan kisah inspiratif dari salah satu sahabat mulia Rasulullah SAW, yaitu Abdullah bin Mas’ud.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang pertama-tama memeluk Islam. Ia berasal dari kalangan masyarakat miskin Quraisy dan bekerja sebagai penggembala kambing milik Uqbah bin Abi Mu’ith. Namun, kemuliaan derajatnya di sisi Allah dan Rasul-Nya tidak bergantung pada status duniawinya.
Pertemuan pertamanya dengan Rasulullah SAW terjadi saat beliau bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq berjalan dan meminta susu dari kambing gembalaan Ibnu Mas’ud. Permintaan itu ditolaknya dengan sopan karena kambing tersebut bukan miliknya. Lalu, Rasulullah SAW memintanya untuk menunjukkan seekor kambing betina yang belum pernah beranak. Setelah ditunjukkan, Nabi mengusap kantung susunya, dan muncullah susu. Ibnu Mas’ud pun terheran-heran. Sejak peristiwa itu, benih keimanan mulai tumbuh dalam dirinya, dan ia pun segera memeluk Islam.
Baca Juga:
BBR, Benteng Bogor Raya konsolidasi Internal di Awal Tahun 2026
Kado Terindah Satu Dekade: Universitas Pertamina (UPER) Raih Akreditasi “UNGGUL” dari BAN-PT
PDIP Tolak Usulan Fraksi Gabungan Partai Kecil di DPR: “Kawin Paksa” Politik
Sahabat Dekat Rasulullah
Abdullah bin Mas’ud dikenal sebagai sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Para sahabat menggambarkannya sebagai “pemilik rahasia Rasulullah”, karena kedekatannya yang luar biasa. Ia biasa keluar-masuk rumah Nabi tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Rasulullah SAW mempercayainya dalam banyak hal, terutama dalam membaca dan mengajarkan Al-Qur’an.
Beliau bersabda:
“Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana ia diturunkan, maka bacalah sebagaimana bacaan Ibnu Ummi ‘Abd (yakni Abdullah bin Mas’ud).”
(HR. Ahmad, Tirmidzi)
Penghafal dan Penafsir Al-Qur’an
Baca Juga:
Kapolres Depok Datang ke Rumah Suderajat Tukang Es Gabus, Beri Hadiah Motor
Kolaborasi Riset UPER: Kembangkan AI untuk Akselerasi Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
Ibnu Mas’ud termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dan paling memahami tafsir ayat-ayat Al-Qur’an. Ia pernah berkata:
“Demi Allah, tidak ada satu ayat pun dari Kitabullah (Al-Qur’an) kecuali aku tahu di mana ia diturunkan dan dalam keadaan apa ia diturunkan. Jika ada seseorang yang lebih tahu tentang Al-Qur’an dariku dan aku tahu di mana ia berada, pasti aku akan mendatanginya.”
Kemampuannya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an begitu mendalam. Ia termasuk di antara empat sahabat yang secara khusus diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada umat Islam.
Kesederhanaan dan Zuhud
Meski termasuk sahabat senior dan tokoh besar dalam Islam, Ibnu Mas’ud hidup dalam kesederhanaan. Ia tidak terpikat oleh gemerlap dunia. Jabatan dan harta tidak membuatnya lalai dari ibadah dan ilmu. Ketika menjabat sebagai pejabat di Kufah, ia tetap dikenal sebagai sosok yang adil, tegas, dan zuhud.
Baca Juga:
Puluhan Karyawan CV Tredes Indonesia Mengadu ke Disnaker Jepara Terkait PHK Tanpa Pesangon
DPD NasDem Jepara Bekali Kader Pelatihan Rescue, Siap Sigap Hadapi Bencana
KAPOLSEK MEGAMENDUNG SAMBANG DENGAN KEPALA DESA GADOG DI KANTOR DESA GADOG
Wafatnya Sang Ulama
Abdullah bin Mas’ud wafat pada tahun 32 Hijriah di Madinah, pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Ia dimakamkan di Baqi’, dan dishalatkan langsung oleh Khalifah Utsman.
Semoga kisah sahabat mulia ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meniti jalan iman, menuntut ilmu, dan mencintai Al-Qur’an sebagaimana dicontohkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Hormat kami,
Redaksi







