Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW – Abdullah bin Mas’ud, Sang Penjaga Al-Qur’an
Oleh: Rudi Irawan
Para pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Pada edisi kali ini, Redaksi menyajikan kisah inspiratif dari salah satu sahabat mulia Rasulullah SAW, yaitu Abdullah bin Mas’ud.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang pertama-tama memeluk Islam. Ia berasal dari kalangan masyarakat miskin Quraisy dan bekerja sebagai penggembala kambing milik Uqbah bin Abi Mu’ith. Namun, kemuliaan derajatnya di sisi Allah dan Rasul-Nya tidak bergantung pada status duniawinya.
Pertemuan pertamanya dengan Rasulullah SAW terjadi saat beliau bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq berjalan dan meminta susu dari kambing gembalaan Ibnu Mas’ud. Permintaan itu ditolaknya dengan sopan karena kambing tersebut bukan miliknya. Lalu, Rasulullah SAW memintanya untuk menunjukkan seekor kambing betina yang belum pernah beranak. Setelah ditunjukkan, Nabi mengusap kantung susunya, dan muncullah susu. Ibnu Mas’ud pun terheran-heran. Sejak peristiwa itu, benih keimanan mulai tumbuh dalam dirinya, dan ia pun segera memeluk Islam.
Baca Juga:
Ngariung Aman, Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Polri dan Ojol Kamtibmas
polres metro depok gelar tasyakuran dan doa bersama tempati gedung sementara di zamzam tower
Sahabat Dekat Rasulullah
Abdullah bin Mas’ud dikenal sebagai sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Para sahabat menggambarkannya sebagai “pemilik rahasia Rasulullah”, karena kedekatannya yang luar biasa. Ia biasa keluar-masuk rumah Nabi tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Rasulullah SAW mempercayainya dalam banyak hal, terutama dalam membaca dan mengajarkan Al-Qur’an.
Beliau bersabda:
“Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana ia diturunkan, maka bacalah sebagaimana bacaan Ibnu Ummi ‘Abd (yakni Abdullah bin Mas’ud).”
(HR. Ahmad, Tirmidzi)
Penghafal dan Penafsir Al-Qur’an
Baca Juga:
AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.M., M.H. Resmi menjadi Dewan Pembina Women Lawyer Club
Hari Pers Nasional 2026, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Independensi Pers
Wabup Jepara Terima Audiensi KORMI, Dukung Even Nasional ITF Jepara Open 1
Ibnu Mas’ud termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dan paling memahami tafsir ayat-ayat Al-Qur’an. Ia pernah berkata:
“Demi Allah, tidak ada satu ayat pun dari Kitabullah (Al-Qur’an) kecuali aku tahu di mana ia diturunkan dan dalam keadaan apa ia diturunkan. Jika ada seseorang yang lebih tahu tentang Al-Qur’an dariku dan aku tahu di mana ia berada, pasti aku akan mendatanginya.”
Kemampuannya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an begitu mendalam. Ia termasuk di antara empat sahabat yang secara khusus diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada umat Islam.
Kesederhanaan dan Zuhud
Meski termasuk sahabat senior dan tokoh besar dalam Islam, Ibnu Mas’ud hidup dalam kesederhanaan. Ia tidak terpikat oleh gemerlap dunia. Jabatan dan harta tidak membuatnya lalai dari ibadah dan ilmu. Ketika menjabat sebagai pejabat di Kufah, ia tetap dikenal sebagai sosok yang adil, tegas, dan zuhud.
Baca Juga:
Garda Prabowo Melaksanakan Kegiatan Baksos
Peringati Hari Pers Nasional, Yuda Agus Ariyanto Tekankan Pentingnya Kode Etik Wartawan
Pajak Kendaraan di Jateng Naik Signifikan, Opsen PKB dan BBNKB Picu Keluhan Warga
Wafatnya Sang Ulama
Abdullah bin Mas’ud wafat pada tahun 32 Hijriah di Madinah, pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Ia dimakamkan di Baqi’, dan dishalatkan langsung oleh Khalifah Utsman.
Semoga kisah sahabat mulia ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meniti jalan iman, menuntut ilmu, dan mencintai Al-Qur’an sebagaimana dicontohkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Hormat kami,
Redaksi







