Jepara | BAPERS.ID – Warga Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menyampaikan dugaan bahwa meningkatnya aktivitas tambang batu di sekitar wilayah mereka berkontribusi terhadap terjadinya banjir yang belakangan sering terjadi. Dugaan tersebut didasarkan pada perubahan kondisi lingkungan serta intensitas lalu lintas kendaraan berat pengangkut material tambang.
Sejumlah warga menilai, aktivitas pembukaan lahan dan penggalian batu berpotensi memengaruhi daya resap tanah dan aliran air. Hal ini diperkuat dengan pantauan visual, termasuk citra satelit dan aktivitas harian truk dump yang melintas di sekitar permukiman.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masyarakat mulai merasakan dampak lingkungan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Dulu wilayah ini jarang banjir. Sekarang hujan dengan intensitas tertentu saja sudah menimbulkan genangan. Kami menduga ada kaitannya dengan perubahan kondisi alam di sekitar,” ujarnya, pada Minggu (11/1/2026)
Baca Juga:
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
Puluhan Karyawan CV Tredes Indonesia Mengadu ke Disnaker Jepara Terkait PHK Tanpa Pesangon
DPD NasDem Jepara Bekali Kader Pelatihan Rescue, Siap Sigap Hadapi Bencana
Menurut warga, banjir tidak selalu dapat dipandang semata sebagai faktor alam, tetapi juga perlu dilihat dari aspek aktivitas manusia di wilayah hulu maupun sekitar desa. Oleh karena itu, masyarakat meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh untuk memastikan penyebab banjir secara objektif dan ilmiah.
Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bersama instansi terkait, termasuk dinas lingkungan hidup dan aparat penegak hukum, dapat melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut, khususnya dari sisi perizinan dan dampak lingkungan.
“Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi meminta pemerintah hadir untuk menelusuri dan memastikan apakah aktivitas tambang sudah sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun pemerintah daerah terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Baca Juga:
KAPOLSEK MEGAMENDUNG SAMBANG DENGAN KEPALA DESA GADOG DI KANTOR DESA GADOG
Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan, Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas
BAPERSIPIL: Karakter Sipil Presiden Prabowo Jawab Tuduhan Militerisme
Masyarakat Desa Buaran berharap adanya langkah konkret berupa penelusuran lapangan, penegakan aturan, serta upaya pemulihan lingkungan agar risiko bencana hidrologi dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.***
(Yd/Red)







