Jepara | BAPERS.ID
Bencana longsor besar melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, menyebabkan akses jalan terputus total dan membuat 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) terisolasi sejak Jumat (9/1/2026). Hingga Minggu (11/1/2026), upaya pembukaan jalur masih terkendala cuaca ekstrem dan ancaman longsor susulan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan hasil asesmen awal mencatat 18 titik longsor dengan tingkat kerusakan berat hingga kritis. Longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.
“Sehingga menyebabkan akses keluar-masuk Desa Tempur terputus total,” ujar Arwin.
Baca Juga:
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
Puluhan Karyawan CV Tredes Indonesia Mengadu ke Disnaker Jepara Terkait PHK Tanpa Pesangon
DPD NasDem Jepara Bekali Kader Pelatihan Rescue, Siap Sigap Hadapi Bencana
Titik longsor terparah berada di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”, di mana badan jalan hilang sepanjang sekitar 50 meter setelah tergerus derasnya aliran Sungai Gelis. Selain itu, kondisi kritis juga terjadi di Jembatan Mbah Sujak, dengan badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat perubahan aliran sungai.
BPBD Jepara telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional (alkon) hingga pengerahan alat berat berupa ekskavator. Namun, hingga saat ini akses jalan utama belum berhasil dibuka.
“Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, namun belum tuntas karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat,” imbuh Arwin.
Berdasarkan pantauan langsung awak media BAPERS.id di lapangan, kondisi di lokasi longsor sangat memprihatinkan. Jalan utama benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Di lokasi jalan amblas, tampak jurang terbuka dengan aliran sungai deras di bawahnya, sementara material longsor berupa tanah dan batu besar masih terus berjatuhan dari tebing, terutama saat hujan turun.
Baca Juga:
KAPOLSEK MEGAMENDUNG SAMBANG DENGAN KEPALA DESA GADOG DI KANTOR DESA GADOG
Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan, Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas
BAPERSIPIL: Karakter Sipil Presiden Prabowo Jawab Tuduhan Militerisme
Sejumlah warga terlihat hanya bisa beraktivitas terbatas dan memilih bertahan di rumah masing-masing. Distribusi logistik, layanan kesehatan, serta akses pendidikan dilaporkan mulai terganggu akibat terisolasinya wilayah tersebut. Warga berharap penanganan darurat segera dipercepat agar jalur penghubung dapat segera difungsikan kembali.
Proses penanganan di lapangan masih menghadapi tantangan serius, terutama cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan serta material batu berukuran besar yang menyulitkan proses evakuasi dan pembersihan.
Agus
Penulis : Agus







