Hadapi Kenaikan Harga Pangan, UPER Berdayakan Warga Depok lewat Budikdamber

- Pewarta

Senin, 11 Mei 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Pernyataan Presiden RI mengenai urgensi ketahanan energi dalam KTT BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, pada 7 Mei lalu menjadi sinyal serius bagi ketahanan ekonomi keluarga di wilayah penyangga perkotaan.

Ketidakstabilan global yang mendorong kenaikan harga energi dinilai dapat berdampak langsung pada meningkatnya biaya distribusi pangan dan kebutuhan pokok, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat di kawasan padat penduduk dan kelompok ekonomi rentan.

 

Masyarakat di wilayah penyangga Jakarta, seperti RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Depok, menjadi salah satu kelompok yang mulai mengantisipasi dampak tersebut. Di kawasan padat penduduk ini, ancaman kenaikan harga pangan menjadi beban ganda bagi keluarga pensiunan yang telah kehilangan 30–50 persen pendapatan mereka.

Menghadapi keterbatasan lahan dan penurunan daya beli tersebut, Universitas Pertamina menginisiasi langkah preventif dengan memanfaatkan Posyandu sebagai pusat edukasi ketahanan pangan keluarga.

 

“Posyandu adalah simpul sosial yang sangat kuat karena berada di garda terdepan keluarga.

Melalui wadah ini, kita mentransformasikan pesan Presiden mengenai ketahanan pangan menjadi aksi nyata. Kami membina warga agar mampu memproduksi pangan sendiri, sehingga dapur mereka tetap aman meskipun terjadi guncangan harga di pasar global,” ujar Evi Sofia; Ketua Tim PkM Universitas Pertamina.

 

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah sistem Budikdamber atau Budidaya Ikan dalam Ember yang terintegrasi dengan hidroponik. Melalui model ini, warga bisa memanen protein ikan sekaligus sayuran secara bersamaan hanya dengan memanfaatkan teras rumah yang sempit.

 

Model ini dinilai sangat efisien karena menerapkan sistem resirkulasi nutrisi alami. Dalam sistem tersebut, limbah ikan diolah secara mandiri menjadi pupuk bagi tanaman, sehingga warga dapat meminimalisir penggunaan air serta biaya perawatan namun tetap memperoleh hasil panen yang maksimal.

 

Peserta program ini didominasi oleh warga RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya yang antusias mengubah lahan sempit menjadi unit produksi pangan mandiri. Program yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2025 ini menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok pensiunan yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

 

“Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global, kemandirian pangan adalah pertahanan terbaik. Dengan modal yang sangat terjangkau, satu keluarga dapat menekan pengeluaran belanja pangan bulanan secara signifikan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun harga energi melonjak,” tambah Evi.

 

Manfaat nyata dari kemandirian pangan ini dirasakan langsung oleh warga di tingkat akar rumput. Ketua RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Endang Sungkono, menambahkan bahwa warga di wilayahnya kini memiliki aktivitas produktif yang memberikan dampak instan bagi konsumsi harian keluarga.

 

“Dengan hadirnya inovasi Budikdamber ini, warga kami, khususnya para pensiunan, menjadi lebih berdaya. Selain membantu ekonomi, kegiatan ini juga memberikan semangat baru bagi warga untuk tetap produktif meski di lahan terbatas,” beber Endang.

 

Pjs Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, menegaskan pentingnya peran akademisi dalam mentransformasikan isu global menjadi solusi nyata. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah konkret universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-2 (Tanpa Kelaparan) dan poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

 

“Universitas Pertamina berkomitmen menghadirkan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Masalah ketahanan energi dan pangan yang diserukan Presiden memerlukan respons akademis yang aplikatif.

Melalui penguatan ekonomi keluarga berbasis komunitas seperti ini, kita sedang membangun fondasi ketahanan nasional yang lebih kokoh dari tingkat yang paling dasar,” tutup Prof. Djoko.

Irawan

Berita Terkait

MUTIARA HIKMAH BES: JANGAN HANYA MENGHITUNG HARI, SIAPKAN BEKAL UNTUK HARI ESOK
Jemput Bendera Pusaka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Pahlawan
Tasyakuran dan Peresmian Kantor Cabang Mata Pena Group Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
VIRAL! Gedung RS Sukajadi Rusak Parah, Anggaran Pemeliharaan Rutin Mengalir, Uang Negara Dipakai untuk Apa?
Diduga Peredaran Narkoba di Desa Karang Agung Disertai Ancaman Sajam, Warga Minta Polda Sumsel Bertindak
Wisuda STAI Sirojul Falah Bogor Kukuhkan Sarjana dan Magister PAI, Siap Mengabdi untuk Umat dan Bangsa
DIDUGA PENYIMPANGAN PEKERJAAN JALAN RABAT BETON DI DESA WAYHALOM, WARGA MINTA INSPEKTORAT DAN APH LAKUKAN PEMERIKSAAN
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:36 WIB

MUTIARA HIKMAH BES: JANGAN HANYA MENGHITUNG HARI, SIAPKAN BEKAL UNTUK HARI ESOK

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Jemput Bendera Pusaka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Pahlawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Tasyakuran dan Peresmian Kantor Cabang Mata Pena Group Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:35 WIB

VIRAL! Gedung RS Sukajadi Rusak Parah, Anggaran Pemeliharaan Rutin Mengalir, Uang Negara Dipakai untuk Apa?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Diduga Peredaran Narkoba di Desa Karang Agung Disertai Ancaman Sajam, Warga Minta Polda Sumsel Bertindak

Berita Terbaru