Sabet Juara Tiga Besar Nasional, Tim Pertalight UPER Gagas Solusi Hak Pejalan Kaki di Kota Besar

- Pewarta

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta | BAPERS.ID – Tantangan mobilitas di wilayah megapolitan seperti Jakarta, yang populasinya diprediksi mencapai 42 juta jiwa pada 2026 (PBB), kini berada di titik kritis terkait inklusivitas ruang publik.

Sebagai potret umum kota besar di tanah air, infrastruktur pedestrian seringkali terabaikan di tengah masifnya pembangunan fisik. Temuan di lapangan mengungkap ironi: 90 persen trotoar di pusat-pusat aktivitas justru dikuasai parkir liar dan PKL (Koalisi Pejalan Kaki, 2026).

Dampaknya paling dirasakan oleh penyandang disabilitas, di mana 70 persen fasilitas guiding block tidak lagi berfungsi karena rusak atau tertutup permanen (Pertuni, 2026).

 

Ketidaksiapan infrastruktur pedestrian ini menjadi alasan kuat mengapa Jakarta hanya menempati peringkat ke-46 dari 60 kota dalam Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan Global.

Peringkat ini menjadi pengingat bahwa kualitas mobilitas sebuah kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan penduduk, tetapi juga dari integritas jalur pedestrian yang menjamin hak keamanan seluruh warga tanpa terkecuali.

 

Merespons realitas tersebut, mahasiswa Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam tim Pertalight Public Relations yakni Miftakhul Laili Afifah, Imtiaz Ahmad dan Zhaira Zata Aqma,

Merancang kampanye komunikasi publik bertajuk “Jejak Kota: Langkah Jakarta Menuju Inklusivitas”. Inisiatif ini berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Public Relations Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menyisihkan 20 tim dari berbagai universitas nasional.

 

“Krisis pedestrian di Jakarta berakar pada masalah perilaku dan lemahnya penegakan aturan. Tanpa empati masyarakat dan pengawasan yang ketat, infrastruktur trotoar akan terus kehilangan nilai fungsinya bagi kehidupan sehari-hari warga,” ujar Imtiaz Ahmad, perwakilan tim.

 

Dampak dari kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Penyalahgunaan trotoar berkontribusi pada 18.302 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki (Goodstats, 2025). Tim Pertalight kemudian menghitung estimasi kerugian ekonomi dari angka tersebut menggunakan pendekatan Severity Index berbasis aktuaria

Sebuah metode yang lazim digunakan dalam kajian risiko keselamatan jalan dan menghasilkan estimasi kerugian total sekitar Rp380,49 miliar, atau rata-rata Rp20,79 juta per kasus. Angka ini bersifat estimasi kalkulatif berdasarkan data kecelakaan yang tersedia,

Bukan hasil audit kerugian langsung, sehingga perlu dibaca sebagai gambaran besaran dampak, bukan angka final yang telah terverifikasi.

 

Di bawah bimbingan Muhammad Nur Ahadi, M.I.Kom., dan Ita Musfirowati Hanika, M.I.Kom., kampanye “Jejak Kota” dirancang sebagai cetak biru komunikasi inklusif yang dapat diadopsi oleh pemerintah kota lain di Indonesia.

Tak hanya merancang aktivasi media sosial, tim juga mendesain aksi edukasi langsung di lapangan, seperti signage interaktif berfitur QR Code yang terhubung ke aplikasi JAKI untuk mempermudah pelaporan kerusakan atau penyalahgunaan trotoar.

Melalui integrasi ini, Imtiaz berharap kampanye tersebut mampu memicu aksi nyata serta menumbuhkan budaya empati warga dalam menjaga ruang publik yang aman dan inklusif bagi pejalan kaki, terutama kelompok disabilitas.

 

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan kontribusi nyata akademisi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin ke-11, yakni mewujudkan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

 

“Selain menonjolkan kreativitas, melalui pembelajaran di mata kuliah Produksi Public Relations dan Manajemen Pemasaran Sosial, mahasiswa juga didorong untuk melahirkan solusi praktis yang menyentuh permasalahan mendasar masyarakat.

Universitas Pertamina berkomitmen untuk terus mencetak praktisi komunikasi handal yang tak hanya piawai secara teknis, tetapi juga peka terhadap sisi kemanusiaan dari setiap pesan yang mereka rancang,” tutup Prof. Djoko.

Irawan

Berita Terkait

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA
Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru
Tonggak Baru PWRI Kota Bogor, Peniel Zebua Resmi Pimpin DKD
Ahmad Rohani Dilantik Sebagai Ketua DKD PWRI Kabupaten Bogor. 
Progress Pemasangan PJU Jalan Salabenda Berlanjut, Sejumlah Titik Kini Sudah Aktif
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:07 WIB

MASYARAKAT DESAK PEMERINTAH: JEMBATAN RUSAK DI DESA NUSA JAYA TERLANTAR LEBIH DARI DUA TAHUN, WARGA MINTA PENANGANAN SEGERA

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:01 WIB

Diduga Beroperasi Hampir Satu Dekade, Legalitas Pabrik Briket Arang di Perbatasan Palembang–Banyuasin Dipertanyakan; Warga Keluhkan Polusi, Pemerintah Saling Tunjuk Kewenangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Margo Rejo Disorot, Warga Desak Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:37 WIB

Pakar Energi UPER: Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Keberhasilan B50

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:33 WIB

Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru

Berita Terbaru