Redaksi Berkisah
Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-5
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Pada bulan Ramadan, setiap malamnya dipenuhi dengan keutamaan dan limpahan rahmat. Salah satu ibadah utama yang dianjurkan adalah salat Tarawih, yang secara umum termasuk dalam qiyam Ramadan.
Dalil Umum Keutamaan Salat Tarawih
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala (ihtisab), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi landasan utama keutamaan salat Tarawih di seluruh malam Ramadan, tanpa membedakan malam tertentu.
Baca Juga:
Berharap Ekonomi Indonesia (Tidak) Baik?
Baitul Maal dan Solidaritas Islam Dunia Solusi Jitu Untuk Palestina
Keterangan dalam Kitab Durratun Nasihin
Dalam kitab Durratun Nasihin (Durrotun Nasihin), yang berisi nasihat dan motivasi ibadah, disebutkan berbagai keutamaan salat Tarawih pada tiap malam Ramadan. Untuk malam ke-5, diterangkan bahwa:
Orang yang melaksanakan salat Tarawih pada malam ke-5 akan diberi pahala seperti orang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
Tiga masjid yang dimaksud adalah:
Masjidil Haram
Masjid Nabawi
Masjid Al-Aqsa
Keutamaan ini menunjukkan betapa agungnya pahala yang Allah janjikan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam Ramadan.
Catatan Penting tentang Derajat Riwayat
Perlu diketahui bahwa para ulama hadis menjelaskan bahwa riwayat-riwayat tentang keutamaan khusus setiap malam Tarawih (termasuk malam ke-5) yang tercantum dalam Durratun Nasihin tidak memiliki sanad yang kuat dan sebagian besar tergolong dhaif bahkan maudhu’ (lemah atau palsu).
Baca Juga:
Redaksi Berkisah, Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Solat Tarawih Malam ke-4
Redaksi Berkisah, Keutamaan dan Ganjaran Salat Tarawih Malam ke-3
Redaksi Berkisah Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-2
Karena itu, sikap yang bijak adalah:
Menjadikannya sebagai motivasi (fadla’il a‘mal) selama tidak diyakini secara pasti sebagai sabda Nabi ﷺ.
Tetap berpegang pada dalil sahih tentang keutamaan umum qiyam Ramadan.
Mengutamakan keikhlasan dan konsistensi ibadah.
Hikmah yang Bisa Diambil
Terlepas dari kuat atau lemahnya riwayat khusus tersebut, ada beberapa pelajaran penting:
Menghidupkan malam Ramadan adalah amalan yang sangat dicintai Allah.
Nilai ibadah bukan hanya pada jumlah rakaat, tetapi pada kekhusyukan dan keikhlasan.
Konsistensi hingga akhir Ramadan lebih utama daripada semangat di awal saja.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menunaikan salat Tarawih dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah SWT, serta meraih ampunan dan keberkahan di bulan suci Ramadan.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Salam hormat,
Tim Redaksi





