Jakarta | BAPERS.ID – Komisaris Utama PT Fourkris The Best Internasional yang bergerak di bidang trading holding company serta trade oil dan migas, Meiry Kristanti, resmi ditunjuk sebagai Ketua DPC Women Lawyer Club (WLC) Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (25 Februari 2026).
Penunjukan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum sekaligus Pendiri Women Lawyer Club, Zulfa Andriani. Ia menyatakan bahwa Meiry merupakan sosok perempuan hebat yang aktif dalam berbagai organisasi serta kegiatan sosial di wilayah Kalimantan Timur.
“Beliau perempuan yang sangat hebat dan aktif berorganisasi, sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Kalimantan Timur,” ujar Ketua Umum.
Baca Juga:
Sampah Membludak di Pasar Mindahan, Pedagang Soroti Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara
Latar Belakang Pendidikan
Meiry Kristanti memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi dan hukum. Ia menempuh:
Diploma 3 Perbankan Ekonomi di Akademi ASMI Kalimantan Timur
S1 Fakultas Hukum di Sekolah Tinggi Islam Syamsul Ulum Gunung Puyuh
Baca Juga:
Redaksi Berkisah Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-7
Redaksi Berkisah Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-6
Women Lawyer Club Jadi Organisasi Advokat Pertama di Indonesia yang Memiliki Divisi Cyber Law
Magister Hukum di Sekolah Tinggi Islam Jawa Barat
Magister Kenotariatan di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah
Pernyataan dan Komitmen
Dalam wawancara dengan media, Meiry menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas amanah yang diberikan.
Baca Juga:
Perempuan Muda Hebat, Clara Natasya Nahampun, SH Ditetapkan sebagai Ketua DPC WLC Kota Jakarta Timur
Redaksi Berkisah Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-5
“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya karena ditunjuk langsung oleh Ketua Umum WLC sebagai Ketua DPC Kalimantan Timur.”
Sebagai Ketua DPC WLC Provinsi Kalimantan Timur, ia mengajak para perempuan untuk terus memperjuangkan emansipasi dan menjadi perempuan Indonesia yang tangguh, pemberani, serta mampu menjadi pejuang hukum yang melindungi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia juga mendorong perempuan agar lebih berkarya, berkarakter, dan menjadi wanita yang independen, serta mampu memperjuangkan haknya sebagai ibu, istri, dan penegak hukum yang adil bagi masyarakat luas.
Rekam Jejak Perjuangan Hukum
Meiry mengungkapkan sejumlah pengalaman advokasi yang pernah ia lakukan, antara lain:
Memperjuangkan hak tanah adat di Borneo yang lahannya dirampas oleh investor ilegal.
Membela pekerja kebun kelapa sawit yang mengalami penindasan.
Membantu penyidik dalam mengungkap kasus illegal logging di Kalimantan Selatan.
Mengungkap dugaan gratifikasi dan praktik tambang liar yang melibatkan kebijakan kepala daerah, yang kini telah diproses secara hukum.
Dengan tegas, ia menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan dan perlindungan hukum bagi masyarakat.
Harapan untuk WLC ke Depan
Meiry berharap WLC dapat menjadi wadah terbaik dan terbesar dalam pembinaan generasi muda berbakat di bidang hukum. Ia juga ingin organisasi ini menjadi tempat belajar kepemimpinan, ruang berkarya dan berkreasi, serta pusat perlindungan hukum bagi perempuan.
Selain itu, ia bercita-cita agar WLC dapat berkembang menjadi wadah business center yang mendukung kesejahteraan UMKM dan memperkuat ketahanan pangan nasional demi menjaga kedaulatan hukum dan keutuhan NKRI.
Sumber: Humas DPP Women Lawyer Club (WLC)
Penulis: Joko Santoso







