Jakarta | BAPERS.ID – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bambang Soesatyo mengapresiasi keberadaan Parle Senayan Restoran
Yang genap berusia satu tahun. Dalam satu tahun keberadaannya, Parle Senayan tidak hanya menjadi restoran yang menyajikan kuliner beragam, namun juga berkontribusi signifikan terhadap lapangan pekerjaan di Indonesia
Dengan menyerap ratusan tenaga kerja, resto ini telah memberikan peluang kerja yang nyata bagi masyarakat.
“Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman merupakan salah satu penyumbang utama bagi lapangan kerja di Indonesia.
Baca Juga:
BBR, Benteng Bogor Raya konsolidasi Internal di Awal Tahun 2026
Kado Terindah Satu Dekade: Universitas Pertamina (UPER) Raih Akreditasi “UNGGUL” dari BAN-PT
PDIP Tolak Usulan Fraksi Gabungan Partai Kecil di DPR: “Kawin Paksa” Politik
Memberikan kontribusi sekitar 9,8% terhadap total tenaga kerja Nasional pada tahun 2023.
Dengan potensi yang terus meningkat, industri makanan dan minuman dapat menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan,” ujar Bamsoet saat menghadiri perayaan HUT ke-1 Parle Senayan di Jakarta, Kamis (16/1/25).

Hadir antara lain CEO Parle Sonny Harsono, Komisaris Parle Edmil Nurjamil, Dirut Parle Anton Kristanto dan Direksi Parle Junaidi Elvis.
Baca Juga:
Kapolres Depok Datang ke Rumah Suderajat Tukang Es Gabus, Beri Hadiah Motor
Kolaborasi Riset UPER: Kembangkan AI untuk Akselerasi Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun
SPI Tetapkan Program Kerja 2026, Targetkan 20 Ribu Basis Petani di Desa
Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, pertumbuhan sektor makanan dan minuman tidak terlepas dari perubahan perilaku konsumen yang semakin menggemari kuliner sebagai bagian dari pengalaman hidup. Konsumen saat ini cenderung lebih mengutamakan kualitas makanan, pelayanan yang baik,
Serta suasana yang nyaman saat makan di luar. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 5,53 persen serta memberikan kontribusi sebesar 40,33 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas, pada triwulan II-2024.
“Menurut laporan dari Nikkei, Indonesia adalah salah satu pasar makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai pasar mencapai USD 140 miliar pada tahun 2023.
Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan demografi, dimana populasi milenial menjadi konsumen utama yang mencari pengalaman kuliner yang unik,” kata Bamsoet.
Baca Juga:
Puluhan Karyawan CV Tredes Indonesia Mengadu ke Disnaker Jepara Terkait PHK Tanpa Pesangon
DPD NasDem Jepara Bekali Kader Pelatihan Rescue, Siap Sigap Hadapi Bencana
KAPOLSEK MEGAMENDUNG SAMBANG DENGAN KEPALA DESA GADOG DI KANTOR DESA GADOG
Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menambahkan, sektor kuliner juga berperan penting dalam mendukung industri pariwisata. Resto dan cafe
Seperti Parle Senayan menjadi bagian dari wisata kuliner yang mendatangkan pengunjung domestik dan mancanegara.
Sektor ini berpotensi untuk saling mendukung, ketika pariwisata meningkat, permintaan untuk makanan dan minuman juga akan meningkat yang memberikan peluang lebih banyak bagi pelaku industri.
“Kehadiran Parle Senayan turut berkontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah melalui pajak yang dibayarkan. Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam penerimaan pajak nasional.
Dengan demikian, kehadiran Parle Senayan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat basis pajak yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” pungkas Bamsoet.(Red)
Penulis : Joko
Editor : Rudy







