Udara Puncak Bogor Makin Dingin Saat Kemarau, BMKG: Suhu Sempat Capai 16 Derajat Celsius

- Pewarta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cisarua | BAPERS.ID – Suhu udara di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, terasa lebih dingin dari biasanya selama musim kemarau. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu minimum di wilayah tersebut pada akhir Juli 2026 tercatat mencapai 16 derajat Celsius.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri, menjelaskan bahwa kondisi udara dingin yang terjadi pada malam hingga dini hari di kawasan Puncak merupakan fenomena yang normal dan lazim terjadi setiap musim kemarau.

Menurutnya, fenomena tersebut dipengaruhi oleh pergerakan semu tahunan matahari. Pada periode Juli hingga Agustus, posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga Benua Asia mengalami musim panas, sementara Benua Australia memasuki musim dingin.

“Ketika Australia mengalami musim dingin, tekanan udara di wilayah tersebut menjadi lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Akibatnya, angin monsun Australia yang bersifat dingin dan kering bertiup dominan ke wilayah Indonesia,” ujar Fatuhri, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, angin monsun Australia membawa massa udara dengan kandungan uap air yang rendah. Dampaknya, curah hujan berkurang dan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.

Selain itu, berkurangnya tutupan awan pada musim kemarau membuat sinar matahari lebih leluasa memanaskan permukaan bumi pada siang hari sehingga udara terasa lebih panas dan kering.

Sebaliknya, saat malam hari, minimnya awan menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer. Kondisi tersebut, ditambah hembusan angin dingin dari Australia, membuat suhu udara turun lebih signifikan dibandingkan saat musim hujan.

BMKG Citeko juga mencatat bahwa suhu minimum di kawasan Puncak pada akhir Juli 2026 mencapai 16 derajat Celsius. Penurunan suhu tersebut turut memicu munculnya fenomena embun beku atau bediding di sejumlah kawasan lereng Gunung Gede Pangrango.

“Dengan sedikitnya awan pada malam hari, radiasi panas dari permukaan bumi tidak tertahan sehingga udara terasa lebih dingin,” tutup Fatuhri.

Red

Berita Terkait

Advokat Dr. Suriyanto. Pd., SH., MH., Mkn Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Cijeruk Bogor
PWRI Dukung Komjen Pol Asep Edi Suheri Jadi Kapolri: Rekam Jejak 38.194 Tersangka Narkoba dan 42,8 Juta Jiwa Terselamatkan Oleh, Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn
Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn
Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa
Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  
PWRI Bogor Raya Mantapkan Langkah: Rohmat Selamat Tegaskan Era Baru Organisasi yang Solid dan Profesional
Anggota DPRD Deliserdang Dahnil Ginting Memberikan Apresiasi Pelayanan RSUD Amri Tambunan Sangat Baik
Tiket Pesawat Domestik Makin Mahal Diduga Distribusi Avtur Di Indonesia Masih Dimonopoli.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Advokat Dr. Suriyanto. Pd., SH., MH., Mkn Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Cijeruk Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 19:07 WIB

PWRI Dukung Komjen Pol Asep Edi Suheri Jadi Kapolri: Rekam Jejak 38.194 Tersangka Narkoba dan 42,8 Juta Jiwa Terselamatkan Oleh, Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Minggu, 13 September 2026 - 14:38 WIB

Surat Kades di Atas SHGB Bukan Fakta Hukum: Ancaman Pidana dan Batal Demi Hukum Bagi “Oper Alih Garapan” Liar. Oleh, DR. Suriyanto.,Pd.,SH.,MH.,Mkn

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Cibuntu Tunjuk Kuasa Hukum, Siapkan Somasi atas Konten Viral Dana Desa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Waspada Provokasi: Massa Aksi 27 Agustus Harus Menjaga Kemurnian Suara Rakyat  

Berita Terbaru